11 Pelaku Tawuran Maut Di Mampang Ditangkap

  • Whatsapp
Polisi mengungkap tawuran yang menewaskan remaja 17 tahun di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebanyak 11 tersangka ditangkap dengan perannya masing-masing
banner 300x250

Havana88 –    Polisi mengungkap tawuran yang menewaskan remaja 17 tahun di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebanyak 11 tersangka ditangkap dengan perannya masing-masing

“Kami sudah mengamankan (pelaku) kemudian kami bagi menjadi dua kelompok. Ada kelompok pelaku pemukulan, yakni kelompok yang berasal dari kelompok Bangka IX dan kelompok Bangka XI yang dikunjungi di TKP,” kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021).

Read More

Dari dua kelompok tersebut, tujuh tersangka berperan sebagai pelaku tawuran yang menyayat korban. Sedangkan kelompok lainnya ada empat orang yang berperan memiliki senjata tajam.

Para pelaku rata-rata berusia 15-21 tahun. Selain pelaku pemukulan dan membawa senjata tajam, polisi mengamankan admin akun Instagram ‘Warmart’.

“Salah satu pelaku berusia 15 tahun adalah admin IG provokasi dan membawa sabit,” kata Antonius Agus.

Perkelahian ini melibatkan dua kelompok remaja asal Bangka IX dan Bangka XI. Pemicunya adalah saling ejek di media sosial.

Saling ejekan kemudian terjadi di lapangan dengan datangnya dua kelompok dan pertemuan dua kelompok yang sama-sama memegang parang dan memiliki tongkat golf, kata Antonius.

Kericuhan terjadi pada pukul 05.00 WIB di Jalan Bangka XI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (19/8). Satu orang yang tergabung dalam gerombolan warga berinisial E (17) tewas akibat tawuran tersebut.

“Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah menerima pukulan dan sabit,” katanya.

Antonius mengatakan, saat ini polisi telah mengantongi barang bukti terkait kasus tersebut, berupa empat buah sabit, dua buah tongkat golf, dan tujuh buah telepon genggam.

Akibat perbuatannya, para tersangka pemukulan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) ) ke 1 KUHP atau Pasal 170 ayat (2) KUHP ke-3 dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 3 miliar. Sedangkan tersangka dalam kasus senjata tajam diancam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250