25 Pelajar di Lecehkan, Pembina Sekolah Asrama Kini Diamankan Polisi

  • Whatsapp
Ilustrasi pelecehan seksual
banner 300x250

Havana88detik – Sekitar 25 santri Pondok Pesantren Taruna Papua Timika dilaporkan mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang penghuni kos berinisial DF.

Read More

Kepala Bareskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, Jumat (12/3) mengatakan, kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa belasan siswa Sekolah Taruna Papua terjadi sejak November 2020 hingga 9 Maret 2021.

“Korban yang mengalami kekerasan sebanyak 12 orang, sedangkan korban yang mengalami pelecehan sebanyak 13 orang,” kata Hermanto, seperti dikutip Antara.

Kasus tersebut baru terungkap setelah seorang siswi berusia enam tahun berinisial ST mengadu ke Asrama dan Kepala Sekolah Taruna Papua.

“Itu terjadi pada Selasa (9/3) sekitar pukul 22.30 WIB bertempat di Asrama Putra Ruang Markus, Kompleks Sekolah Taruna Papua, Desa Wonosari Jaya, Timika,” kata Hermanto.

Menurut Hermanto, kejadian yang menimpa ST terjadi setelah kebaktian malam. Saat itu korban sedang terbaring di tempat tidur.

Kemudian DF (30) selaku pelatih asrama putra memanggil korban, kemudian memegang tangan korban dan membawanya ke belakang yaitu kamar mandi pengawas.

Selanjutnya DF membuka baju korban. Meski korban menolak dengan mengancam akan melapor kepada Andi selaku penanggung jawab asrama putra Sekolah Taruna Papua. Namun, DF kembali mengancam akan memukul korban.

“Saat saya lapor ke Pak Andi, saya pukul dia,” kata DF saat mengancam ST.

Dalam kondisi tidak berdaya, ST dipaksakan sedemikian rupa agar DF ​​bisa memuaskan nafsunya.

Menurut Hermanto, DF menghentikan aksinya saat sejumlah anak lain memanggil namanya.

Mendengar itu, DF menyuruh ST keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian DF bertemu dengan anak-anak yang menelpon ST dan memukuli mereka dengan kabel listrik.

Pengakuan ST telah mengungkap kejahatan DF dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah anak yang mengalami kejadian serupa juga melapor ke asrama dan kepala sekolah.

Aksi kekerasan DF tidak hanya terjadi pada siswa laki-laki di asrama putra Sekolah Taruna Papua, tetapi juga dialami oleh siswa di sekolah tersebut.

Atas perbuatannya, DF kini terancam hukuman penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17/2016.

DF kini ditahan di Polres Mimika usai ditangkap di rumah keluarganya yang beralamat di Jalan Budi Utomo Ujung, Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Timika, Kamis (11/3) kemarin.

Sejauh ini, pengurus Pondok Pesantren Taruna Papua belum dimintai tanggapannya terkait kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa puluhan siswanya.

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) belum bersedia memberikan informasi terkait kasus tersebut.

“Nanti akan kami sampaikan keterangan persnya,” kata Fransiskus Wanmang selaku Kepala Bidang Pendidikan YPMAK.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250