4 Warga Tewas dikarenakan Jebakan Tikus Listrik di Ngawi

  • Whatsapp
4 Warga Tewas dikarenakan Jebakan Tikus Listrik di Ngawi
banner 300x250

Havana88detikPerangkap tikus listrik di Ngawi berulang kali memakan korban. Dalam 11 hari, dari 8 hingga 19 Desember 2020, 4 orang tewas karena terjebak tikus listrik.
Terakhir, warga Dusun Jati Dua, Desa Gandri, Kecamatan Pangku, ditemukan tewas di ladangnya pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (19/12/2020). Korban bernama Ruslan (60) berpamitan ke sawah untuk melihat perangkap tikus yang dibuatnya sejak Jumat (18/12) malam. Agus (36), tetangga korban yang kebetulan berada di lapangan, pertama kali mengetahui kondisi korban.

Bupati Ngawi menyinggung jumlah korban tewas akibat perangkap tikus. Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang akan memberikan sanksi kepada kepala desa yang lalai jika warganya kedapatan masih nekat memasang perangkap tikus listrik.

Read More

“Kalau mereka (Petani memasang perangkap tikus listrik) dengan sepengetahuan kepala desa, kami diberi sanksi oleh kepala desa,” kata Kanang, sapaan akrabnya saat dihubungi detik.com, Minggu (20/12/2020).

Kanang mengatakan, saat ini petani diam-diam tanpa sepengetahuan kepala desa dan perangkat desa lainnya memasang perangkap tikus listrik. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pertanian juga sudah sering melakukan sosialisasi pemberantasan hewan pengerat ramah lingkungan.

“Kita sudah sering melakukan sosialisasi tentang bahaya listrik, begitu juga dengan burung hantu cara alami membasmi tikus, tapi ada persepsi bahwa petani kurang efektif menggunakan listrik,” ujarnya.

Bagaimana solusi bagi Pemerintah Kabupaten Ngawi atas kejadian ini beserta penjelasannya.

Kanang juga mengklaim, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah memberikan bantuan burung hantu ke masing-masing desa. Jumlah burung hantu yang tersebar mencapai ribuan.
“Burung hantu ke petani sudah lama kita berikan di desa-desa. Kalau kita lupa ada ribuan,” kata Kanang.

Bupati Kanang mengaku sudah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk serius menangani banyaknya korban jiwa akibat terjepitnya tikus listrik. Penggerebekan akan terus dilakukan terhadap petani yang bertekad memasang perangkap tikus listrik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim dan lainnya untuk serius menangani kasus ini (menjebak tikus listrik). Kami juga mengimbau petani untuk menghentikan pemberantasan tikus menggunakan listrik,” ujarnya.

Data yang dihimpun detik.com dalam dua pekan terakhir, ada empat korban meninggal akibat disetrum perangkap tikus listrik. Mulai dari 8 hingga 19 Desember 2020.

Pada 8 Desember 2020, Katno (45), warga Desa Ngale, Kecamatan Paron, menjadi korban. Selang dua hari, satu lagi korban tewas, yakni Hadi Sutrisno (70), warga Dusun Depok, Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi.

Korban ketiga Desember ini adalah Suparji (55), warga Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati. Ia ditemukan tergeletak tewas di sawah miliknya, Rabu (16/12). Korban terakhir Ruslan (60), warga Dusun Jati Dua, Desa Gandri, Kecamatan Pangkur meninggal dunia pada 19 Desember 2020.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250