49 Pengendara Ditindak di Hari Pertama Tilang Ganjil Genap Jakarta

  • Whatsapp
Polisi memberlakukan denda bagi pengendara mobil yang melanggar lalu lintas ganjil genap Jakarta selama PPKM tingkat 3. Pada hari pertama penertiban, 49 pengendara diadili oleh polisi.
banner 300x250

Havana88 –  Polisi memberlakukan denda bagi pengendara mobil yang melanggar lalu lintas ganjil genap Jakarta selama PPKM tingkat 3. Pada hari pertama penertiban, 49 pengendara diadili oleh polisi.

“Pada hari pertama, 49 kendaraan ditilang untuk gage (ganjil-genap),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Read More

Ke-49 pengemudi tersebut ditangkap polisi dalam razia di kawasan genap ganjil di Sudirman-Thamrin. Di Jalan Rasuna Said sendiri, tidak ada pengendara yang ditilang.

“Di Sudirman 35 (pelanggaran) dan Thamrin 14 (pelanggaran). Rasuna nol,” kata Sambodo.

Denda maksimal Rp 500 ribu
Pelanggar dikenakan denda dalam Pasal 287 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Denda maksimal untuk pelanggaran tersebut adalah Rp. 500 ribu.

Pasal 287 ayat (1) berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Uji Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a wajib dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Sebelumnya, Sambodo sudah memastikan ganjil genap berlaku untuk semua mobil pribadi berplat hitam. Petugas disarankan menggunakan mobil plat dinas jika tidak ingin mendapatkan tiket ganjil genap.

“Jadi kalau ada kendaraan dinas yang mau lewat ganjil genap yang tidak sesuai tanggal, silakan pakai plat dinas yang ada. Baik plat merah atau plat TNI-Polri, plat MPR dan DPR, dan dinas lainnya. plat yang diakui undang-undang Silakan digunakan,” kata Direktur Lantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Sambodo mengatakan semua mobil dengan pelat hitam harus mematuhi aturan ganjil genap. Mobil dinas berlapis hitam itu tetap akan dikenakan tilang jika terbukti melanggar daerah ganjil genap.

“Aturan ganjil genap ini berlaku untuk semua pelat hitam. Baik kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas yang menggunakan pelat resmi menggunakan pelat hitam,” jelas Sambodo.

Selain itu, penindakan terhadap pelanggar ganjil genap dilakukan dengan 2 cara yaitu manual ticketing dan electronic ticketing (e-TLE). Untuk pelanggar ganjil genap yang tertangkap basah melakukan pelanggaran akan disinkronkan dengan data e-TLE.

Petugas kemudian akan mengirimkan tilang ke alamat rumah pelanggar sesuai data kendaraan yang melanggar.

“Nanti kita lihat, kalau ada pelanggar ganjil genap yang tertangkap petugas, nanti kalau sudah ditilang secara manual tentu tidak akan kita kirim lewat e-TLE,” kata Sambodo.

Namun jika pelanggar tidak tertangkap oleh petugas, maka penindakan akan dilakukan secara elektronik (melalui e-TLE).

“Tapi kalau kita lihat datanya, dia tidak ditilang secara manual tapi ditangkap oleh e-TLE, maka hasil penangkapannya akan kita kirimkan kepada pelanggar sebagai bukti pelanggaran ganjil genap,” lanjutnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250