Adu Mulut Antara Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Dan Polisi Karena Kena Ganjil Genap

  • Whatsapp
Peristiwa adu mulut antara anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Viani Limardi dengan polisi karena merupakan kasus ganjil genap menjadi sorotan. Ketua Dewan Kehormatan DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi menyayangkan kejadian tersebut.
banner 300x250

Havana88 –  Peristiwa adu mulut antara anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Viani Limardi dengan polisi karena merupakan kasus ganjil genap menjadi sorotan. Ketua Dewan Kehormatan DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi menyayangkan kejadian tersebut.

“Kalau polisi bilang tidak ada pengecualian, maka mereka harus patuh. Wakil rakyat harus menjadi contoh bagi orang lain. Tidak boleh ada anggota parlemen yang mendapat perbedaan, saya kira itu tidak benar,” kata Nawawi saat dihubungi, Kamis (12/8/2021).

Read More

Nawawi menegaskan, kebijakan yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta telah diselaraskan dengan pemerintah pusat. Dengan demikian, semua aturan tersebut harus diterapkan kepada masyarakat, termasuk pejabat.

“Jadi aturan itu berlaku untuk semua warga negara, tidak ada bedanya pejabat mau, masyarakat mau sama untuk taat,” ujarnya.

Anggota Komisi E itu juga mempertanyakan apa yang dikatakan Viani, yang ingin memprotes kebijakan ganjil genap karena merasa ikut ambil bagian dalam aturan ini. Nawawi meyakini semua aturan yang diterapkan sudah sesuai prosedur.

“Nah, protesnya kemana? Misalnya kita membuat aturan. Kalau kita membuat aturan bersama-sama dengan Gubernur dan kita tidak patuh dan protes, kemana kita akan protes?” dia menambahkan.

“Masyarakat kita membuat aturan ketika kita melanggarnya? Tidak, kita harus. Sebaliknya, kita harus mendukung dan mendukung kebijakan. Apalagi kebijakan itu dikeluarkan dengan gubernur dan anggota dewan. Tidak semuanya seperti itu, tetapi kebijakan penting harus dibicarakan bersama gubernur dan anggota dewan,” lanjut Nawawi.

Teguran Tegas PSI

PSI DKI meminta maaf atas kejadian tersebut. PSI juga menegur keras perwakilan rakyat.

“Kami sudah menegur keras anggota kami Kak Viani, sekaligus memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” kata Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar, dalam keterangannya.

Michael mengapresiasi aparat kepolisian yang bertugas menegakkan aturan selama pelaksanaan PPKM.

“Petugas di lapangan sudah bekerja keras untuk menegakkan aturan yang ditetapkan pemerintah. Kami berterima kasih atas kerja para petugas di lapangan,” tambah Michael.

Michael mengatakan bahwa perbedaan pendapat tentang aturan harus disampaikan dan diupayakan dalam forum pengambilan kebijakan. Ia menilai anggota DPR dari Fraksi PSI harus siap diawasi, termasuk mendapat teguran atau sanksi dari partai.

“Ini konsekuensinya, sejak awal Fraksi PSI memastikan setiap anggota harus siap bekerja dan siap diawasi. Ada nilai-nilai dan etika publik yang harus kita jaga. Menjadi penyelenggara negara tidak otomatis bebas dari kesalahan,” tambahnya.

Sebelumnya, mobil Viani yang sedang melaju dari arah Ragunan dihentikan saat hendak menuju Jalan Gatot Subroto, ditangkap oleh penjaga ganjil genap. Mobil Viani berplat ganjil dan diminta oleh petugas dinas perhubungan (dishub) untuk putar balik.

Viani juga memberi tahu petugas layanan transportasi bahwa dia adalah anggota DPRD DKI dan akan menjabat. Petugas transportasi kemudian mengizinkannya lewat.

Namun, hanya berjarak 10 meter, Viani kembali ditabrak oleh petugas polisi dengan layar ganjil genap. Sebuah argumen terjadi.

“Sejauh ini mobil saya baik-baik saja lho,” kata Viani, di lokasi, Kamis (12/8/2021).

“Tidak bisa karena ganjil atau genap. Kalau pakai surat tugas sekarang sudah tidak berlaku lagi,” jawab polisi.

Viani kemudian bertanya kepada polisi yang sedang bertugas.

“Oke, sekarang saya bertanya, ke mana saya pergi ke Penjaringan sekarang?” tanya Vian.

“Masuk tol tidak bisa lewat sini, kecuali besok,” kata polisi.

“Sekarang dimana?” Viani bertanya lagi dengan suara meninggi.

“Lewat Rasuna Said, lurus saja,” kata polisi.

“Itu tidak dijaga di sana lagi?” kata Viani yang bertanya lagi.

“Yang tidak bisa Sudirman-Thmrin, Gatot Subroto,” kata polisi.

Viani juga akan memprotes kebijakan selama PPKM yang terus berubah. Menurutnya, dia ikut ambil bagian dalam regulasi ini.

“Oke nanti saya protes ini, saya buat aturannya,” kata Viani.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250