Anak Tikam Ayah Di Jakbar Diduga Dipicu Rencana Nikah Tak Direstui

  • Whatsapp
Polisi menangkap seorang pria berinisial SRA (26), yang menikam ayah kandungnya, TLG (70), hingga tewas.
banner 300x250

Havana88 –  Polisi menangkap seorang pria berinisial SRA (26), yang menikam ayah kandungnya, TLG (70), hingga tewas. Apa yang memicu aksi sadis SRA?

Bareskrim Polres Cengkareng, Iptu Rahmat, mengatakan SRA diduga menikam ayahnya karena tidak mendapat izin untuk menikah. Informasi ini diperoleh polisi setelah memeriksa sejumlah saksi dan keluarga korban.

Read More

“Jadi katanya (pelaku) mau nikah tapi nggak dikasih,” kata Rahmat

SRA yang diduga kesal kemudian menikam ayah kandungnya hingga tewas. SRA diketahui tinggal bersama ayah dan ibunya yang menderita stroke di sebuah rumah susun di Cengkareng, Jakarta Barat.

SRA disebut tidak kooperatif dalam pemeriksaan. Setiap dimintai keterangan, kata dia, SRA selalu memberontak.

“Dia tidak bisa dimintai keterangan secara langsung, dia masih memberontak. Ibunya juga terkena stroke dan tidak bisa berkata apa-apa,” kata Rahmat.

Polisi masih menunggu kondisi SRA lebih stabil. Jika masih belum stabil, pelaku akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

“Kita lihat saja perkembangannya karena sejak kemarin setiap kita minta informasi, memberontak, ribet. Kalau tidak bisa, kita tidak mau dibawa ke sana,” katanya.

Penusukan itu diduga dilakukan pada Jumat (27/8) sore. Saat itu, tetangga di sekitar rumahnya mendengar suara teriakan minta tolong dari korban.

Mendengar teriakan tersebut, para tetangga langsung mendatangi rumah korban. Saat diperiksa, korban berusia 70 tahun itu berlumuran darah dari luka tusuk di perut.

“Korban terluka dan berdarah sambil memegangi perutnya dan kedua saksi melihat anak korban atau pelaku keluar rumah dengan membawa pisau,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Egman.

Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal di tengah jalan.

Para pelaku yang masih berada di sekitar rusun tersebut kemudian diamankan oleh pihak keamanan rusun. Polisi kemudian membawa pelaku ke Polsek Cengkareng untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi menduga pelaku SRA mengalami depresi dan mengalami gangguan jiwa serta tega menusuk ayah kandungnya.

“Anak itu diduga mengalami depresi berat saat dimintai keterangan, selalu memberontak,” pungkas Egman.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250