Bagaimana kehalalan bir yang diklaim ‘zero’ alkohol atau tanpa alkohol ?

  • Whatsapp
Bagaimana kehalalan bir yang diklaim 'zero' alkohol atau tanpa alkohol
banner 300x250

Havana88detik – Beberapa minuman beralkohol sekarang dibuat tanpa versi alkohol. Salah satunya bir yang mengklaim sebagai ‘nol’ alkohol atau tanpa alkohol. Bagaimana halal?
Jika berbicara tentang minuman non alkohol yang akan muncul di benak banyak orang biasanya adalah jus, soda, smoothies, susu dan lain-lain. Mendengar kata bir, pikiran secara otomatis akan merujuk pada salah satu jenis minuman beralkohol.

Bir mungkin tidak termasuk dalam daftar minuman yang dianggap non-alkohol, tetapi bir non-alkohol sedang diproduksi baru-baru ini.

Read More

Padahal, bir rendah alkohol sudah ada sejak 1980-1990-an. Minuman bebas alkohol berbahan malt ini telah lama dipilih oleh masyarakat yang ingin terhindar dari efek alkohol namun tetap mendapatkan rasa yang sama.

Dilansir Insider (6/3), aturan terkait minuman non alkohol sudah ditetapkan sejak 1919 di Amerika Serikat. Volstead Act hanya akan menganggap minuman beralkohol jika mengandung lebih dari 0,5% alkohol.

Aturan ini masih menjadi standar yang banyak digunakan untuk memproduksi minuman beralkohol dan non-alkohol. Jadi, jika bir dianggap sebagai minuman non-alkohol, kandungan alkoholnya tidak boleh lebih dari 0,5%.

Bir non alkohol dibuat dengan 2 cara yaitu alkohol dihilangkan atau tidak diproduksi sama sekali selama proses fermentasi. Dalam pembuatan bir ini ragi dan biji-bijian khusus digunakan, yang tidak dapat mengubah gula menjadi alkohol.

Sedangkan brewing secara umum dikenal dengan brewing atau proses yang menghasilkan minuman beralkohol melalui fermentasi. Malt yang merupakan bahan dasar pembuatan bir akan melalui proses penambahan enzim alfa amilase dan beta amilase untuk mengubah pati menjadi gula. Gula inilah yang kemudian akan diubah menjadi alkohol melalui proses fermentasi.

Di Indonesia sendiri, bir non alkohol juga banyak diproduksi. Guna memenuhi permintaan pasar di tengah pelarangan minuman beralkohol, membuat produksi bir non alkohol semakin meningkat.

Salah satu merek bir lokal yang memproduksi bir non alkohol seperti Bintang. Mengklaim alkohol 0,0%, bir ini dapat ditemukan di berbagai toko serba ada di dekatnya.

Selain itu minuman tradisional sejenis bir juga ada di Indonesia. Minuman tradisional ini bahkan dibuat dari rempah-rempah alami dan sama sekali tidak mengandung alkohol. Misalnya bir jawa, bir pletok dan bir kopi.

Terkait fatwa halal dan haram di Indonesia, produk bir non alkohol komersial yang banyak beredar di pasar Indonesia belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dikutip dari situs resmi Halal MUI (24/4/19), Ketua Komisi Fatwa (KF) MUI, Prof. Dr.H. Hasanuddin AF, MA saat itu menegaskan, pihaknya tidak akan memproses sertifikasi halal untuk produk tasyabbuh atau sejenis produk yang diharamkan dalam Islam.

“Ada satu produk yang bahan dan proses produksinya tidak digunakan aspek kehalalannya. Namun menurut analisis KF MUI, produk tersebut menyerupai minuman bir yang telah disepakati haram dalam Islam, dalam arti warna, rasa, aroma, bahkan kemasan botol. “Sertifikasi halal yang diajukan perusahaan tidak kami proses, meski kami juga tidak menyatakan produk haram. Karena tidak menggunakan bahan haram, ”ujarnya.

Pada Kriteria SJH pada bagian “Produk” ditegaskan bahwa ciri / profil indera dari produk tersebut tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah pada produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI.

SK Direktur LPPOM MUI menjelaskan secara rinci bahwa nama produk yang tidak dapat disertifikasi termasuk nama produk yang mengandung nama minuman keras. Dalam kelompok ini, wine non alkohol, sampanye, rootbeer, es krim rasa rhum raisin, dan bir alkohol 0% tentunya tidak bisa lolos sertifikasi halal.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250