Banjir Masih Menggenangi Gatsu-Sudirman-Benhil Hingga Malam Ini

  • Whatsapp
Ilustrasi banjir
banner 300x250

Havana88detik – Banjir atau banjir akibat meluapnya saluran air akibat curah hujan yang tinggi masih menggenangi sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga Sabtu (20/2) malam. Salah satunya di Jalan Jenderal Sudirman, Gatot Subroto, hingga Bendungan Hilir (Benhil) Raya, Jakarta Pusat.

Berdasarkan laporan TMC Polda Metro Jaya, pemantauan situasi banjir di Jalan Benhil Raya berkisar 40-60 cm.

Read More

“Dan di depan RS Mintoharjo sekitar 80 (cm),” lapor polisi seperti dikutip dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, Sabtu malam.

Sebelumnya, sekitar pukul 22.08 WIB, situasi lalu lintas di depan kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, masih tergenang air setinggi 40 cm. Polisi juga mengalihkan kendaraan roda dua dan roda empat melalui jalur Busway menuju Semanggi, karena posisinya yang relatif rendah.

Kemudian di depan Sampoerna Strategic, Jalan Sudirman hingga kolong Semanggi terdapat genangan air setinggi sekitar 20 cm. Terhitung mulai pukul 20.54 WIB, 1 jalur kendaraan sudah dapat dilalui sesuai arahan dari petugas regulasi di lokasi.

Masih di Jakarta Pusat, pukul 22.35 WIB, Jalan Bungur Raya dari Garuda Kemayoran yang menuju ke Gerbang Besi dua arah masih memiliki genangan setinggi 40 cm. Meski begitu, kabarnya jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan. Pengemudi juga disarankan untuk berhati-hati.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan peringatan dini terkait potensi kewaspadaan intensitas hujan lebat hingga 25 Februari 2021.

Untuk itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang bisa terjadi, terutama hujan pada malam hari yang terus berlanjut hingga dini hari dan keesokan paginya menjelang pagi. Sedangkan pada 21 Februari intensitasnya sudah mulai turun. Hujan cenderung melemah hingga 22 Februari, dan akan meningkat kembali menjadi hujan dengan intensitas sedang. Sedang hingga tinggi pada 23-24 Februari 2021, ”demikian keterangan BMKG seperti dikutip dari situs resminya.

BMKG mencatat kondisi cuaca ekstrim di wilayah Jabodetabek karena pada 18-19 Februari terpantau adanya pergerakan udara dari Asia yang cukup signifikan yang mengindikasikan peningkatan awan hujan di wilayah barat Indonesia. Kemudian diamati bahwa aktivitas ekuator Rossby mengakibatkan perlambatan dan pertemuan angin dari utara yang berbelok melewati Jabodetabek, yang mengakibatkan peningkatan intensitas pembentukan awan hujan.

Kemudian tingkat lability udara dan kebasahan di sebagian besar wilayah jawa barat yang cukup tinggi, hal ini menyebabkan potensi tumbuhnya awan hujan di wilayah Jabodetabek meningkat. Selain itu, terlihat adanya pusat tekanan rendah di bagian utara Australia yang membentuk pola konvergensi di sebagian besar Pulau Jawa dan juga berkontribusi pada peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat.

“Curah hujan di DKI Jakarta saat ini sebenarnya masih lebih rendah dari curah hujan Januari 2020 yang juga menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek,” demikian keterangan BMKG.

Wilayah Jabodetabek masih berada dalam puncak musim hujan yang diperkirakan berlanjut pada akhir Februari hingga awal Maret 2021.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250