BMKG Mengungkap Musim Hujan Akan Berhenti Pada Akhir Bulan Maret

  • Whatsapp
Ilustrasi cuaca buruk
banner 300x250

Havana88detik – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia akan berakhir pada bulan ini.

Analisis tersebut didasarkan pada Monsun Asia yang mulai memasuki masa lemah pada akhir Maret 2021.

Read More

“Jadi bisa dikatakan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021,” kata Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, dikutip dari rilisnya, Kamis (11/3). ).

Saat ini fenomena Monsun Asia masih cukup aktif dan menyebabkan aliran massa udara dari Belahan Bumi Utara (BBU) berkontribusi pada pembentukan awan hujan khususnya di Indonesia bagian barat.

Sementara itu, hasil analisis dinamika atmosfer-laut di BMKG menunjukkan bahwa fenomena La Nina akan berlanjut hingga Mei 2021 dengan intensitas lemah hingga normal.

Artinya, akan ada periode pergantian musim. Salah satu ciri umum adalah pada pagi hari langit umumnya cerah dan berawan dengan kondisi panas diikuti dengan pembentukan awan yang signifikan.

Selain itu, hujan intensitas tinggi dengan durasi pendek yang umumnya dapat terjadi pada sore-malam hari.

Selama periode pergantian musim, terdapat beberapa fenomena cuaca ekstrim yang harus diwaspadai, yaitu:

– Hujan deras dengan durasi singkat yang bisa disertai petir dan angin kencang;

– Tornado;

– Waterspout;

– Hujan es.

Guswanto mengatakan fenomena hujan es merupakan fenomena yang biasa terjadi pada masa pancaroba. Fenomena ini dipicu oleh pola konvektifitas massa udara skala lokal-regional yang lebih signifikan pada masa transisi musiman.

Hujan es umumnya dapat terjadi dari sistem awan Cumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi dengan kondisi labilitas udara yang signifikan sehingga dapat membentuk kristal es di awan yang berukuran cukup besar.

Fenomena downdraft atau aliran massa udara ke bawah pada sistem awan yang terjadi pada sistem awan Cb, khususnya pada fase matur, dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar menjadi fenomena hujan es.

Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer yang teridentifikasi masih dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

“Pengamatan sirkulasi siklon di Samudera Pasifik Timur Filipina dan di Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara dapat mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan tikungan angin sehingga dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, “dia menjelaskan.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya fenomena Equatorial Rossby Wave yang diperkirakan cukup aktif di sekitar Indonesia bagian barat.

Selain itu, kondisi labilitas udara lokal yang signifikan juga dapat meningkatkan potensi konektivitas dan pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan pada minggu depan hujan deras yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah-wilayah berikut ini:

1. Aceh

2. Sumatera Utara

3. Sumatera Barat

4. Banten

5. Jawa Barat

6. Jawa Tengah

7. DI Yogyakarta

8. Jawa Timur

9. Bali

10. Nusa Tenggara Barat

11. Nusa Tenggara Timur

12. Kalimantan Timur

13. Kalimantan Utara

14. Kalimantan Selatan

15. Sulawesi Utara

16. Sulawesi Tengah

17. Sulawesi Selatan

18. Sulawesi Tenggara

19. Maluku

20. Maluku Utara

21. Papua Barat

22. Papua

banner 300x250

Related posts

banner 300x250