Direktur LBH-4 Mahasiswa Papua di Bali Dipolisikan Atas Dugaan Makar

  • Whatsapp
Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia/Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI/LBH) Bali Ni Kadek Vany Primaliraning dan 4 mahasiswa Papua dilaporkan atas dugaan makar ke Polda Bali. Mereka diamankan oleh organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali.
banner 300x250

Havana88Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia/Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI/LBH) Bali Ni Kadek Vany Primaliraning dan 4 mahasiswa Papua dilaporkan atas dugaan makar ke Polda Bali. Mereka diamankan oleh organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali.

Menurut bukti yang dikirimkan Riko, laporan kepada Direktur LBH Bali itu diterima Pusat Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Bali dengan nomor Dumas/539/VIII/2021/SPKT POLDA BALI. Direktur LBH Bali dilaporkan langsung oleh Riko.

Sedangkan 4 mahasiswa Papua menerima raport dengan nomor Dumas/538/VIII/2021/SPKT POLDA BALI. Laporan ini dilakukan oleh Ketua PGN, Pariyadi.

Saat melapor, Riko membawa sejumlah barang bukti berupa akun Instagram @lbh_bali, video YouTube yang diunggah akun Th’Aw Papua TV dan lain sebagainya. Ada juga beberapa kertas dan barang yang disita saat mahasiswa Papua melakukan aksi, seperti tas Bintang Kejora dan tulisan yang ditempel di karton.

Riko mengatakan, awalnya pada 31 Mei 2021, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ingin melakukan aksi bungkam terhadap HAM di depan Polda Bali. Namun, PGN Bali sudah tahu bahwa saat itu mereka ingin menyerukan Papua merdeka.

“Alhasil, kami datang ke sana, ke TKP sehingga kami bisa melarang mereka menyuarakannya di depan Polda Bali. Kami berdebat panjang lebar dan akhirnya mereka menyuarakannya di depan YLBHI Bali,” jelas Riko.

Menurut Riko, di depan YLBHI/LBH Bali mereka berorasi untuk memisahkan Papua dari Indonesia. Mereka juga menyuarakan bahwa Papua bukanlah merah putih, melainkan bintang kejora.

“Dua poin itu menjadi catatan saya. (Aksi) itu di YLBHI Bali didampingi kuasa hukum dari YLBHI Bali,” jelasnya.

Selanjutnya pada 27 Juli 2021, AMP mendeklarasikan kemerdekaan Papua pada hari ulang tahun (HUT) umum AMP ke-23 dan ulang tahun ke-5 AMP Bali. Saat itu, tema inti mereka adalah mempromosikan penyatuan gerakan nasional untuk kemerdekaan Papua Barat.

Kemudian Riko pun menyoroti postingan LBH Bali di Instagram @lbh_bali. Menurut dia, akun tersebut mengunggah gambar yang mengadaptasi TNI AU untuk menginjak-injak orang Papua. Namun, di balik karikatur yang diunggah adalah bendera Bintang Kejora.

“Artinya saat ini YLBHI tidak dalam posisi sebagai kuasa hukum. Bukan sebagai advokat. Kalau dia advokat atau lembaga bantuan hukum dilindungi undang-undang, tapi ketika Anda mengunggah seperti itu, berarti Anda yang menentukan. sikap politik kalian, kalian dukung. agar Papua dan Papua Barat merdeka,” jelas Riko.

“Kita harus pisah dulu, kapan dia advokat, kapan dia jadi orang, kapan dia lembaga. Jangan apa-apa saya advokat, tidak! Kita harus pisahkan dia, kapan dia menyatakan sikap politik, ketika dia tidak. Itu yang ingin kami tekankan, “tambahnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi membenarkan adanya pengaduan dari masyarakat. Pengaduan itu masih diselidiki penyidik.

“Memang benar ada dumas yang masuk. Sampai saat ini mengenai dumas yang masuk masih dalam pemeriksaan penyidik Ditkrimum, selanjutnya para terdakwa akan dipanggil untuk dimintai keterangannya,” jelas Syamsi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250