DKI Pecah Rekor Covid-19 Tiga Hari Beruntun

  • Whatsapp
DKI Pecah Rekor Covid-19 Tiga Hari Beruntun
banner 300x250

Havana88 – Provinsi DKI Jakarta mencatat rekor penambahan kasus Covid-19 selama tiga hari berturut-turut. Setiap hari, ada lebih dari 4.000 kasus Covid-19 di Jakarta.

Berdasarkan laporan harian Gugus Tugas Covid-19, pada Kamis (17/6) terjadi penambahan 4.144 kasus, kemudian Jumat (18/6) sebanyak 4.737, sehari kemudian pada Jumat (20/6). sebanyak 4.895 kasus.

Read More

Lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta disebut-sebut terjadi karena beberapa faktor. Termasuk dampak kegiatan mudik Lebaran 2021.

“Pada masa liburan kemarin banyak yang melakukan perjalanan ke luar kota kemudian kembali ke Jakarta. Kami melihat tujuan yang paling sering untuk pulang ke Jakarta adalah dari daerah yang saat ini jumlah kasusnya terus meningkat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian tersebut. Dinas Kesehatan DKI, Dwi Oktavia, Sabtu (19/6).

Selain libur lebaran kemarin, menurut Dwi, peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta juga disebabkan masyarakat yang mulai mengabaikan protokol kesehatan. Padahal protokol kesehatan yang ketat dapat mencegah kemungkinan tertular Covid-19.

Melihat lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memperketat aturan untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih masif. Sesuai keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 759 Tahun 2021, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang hingga 28 Juni 2021.

Beberapa regulasi mulai diperketat, seperti pembatasan kegiatan hingga 21.00 WIB dan pembatasan jumlah pekerja di kantor. Kegiatan belajar mengajar juga dibatasi berdasarkan zona risiko.

Di zona kuning dan jingga, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau tatap muka sesuai aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sedangkan zona merah hanya online.

Tempat ibadah hanya menampung 50 persen dari total kapasitas. Sedangkan pusat perbelanjaan seperti mall hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.

Sementara itu, tempat makan seperti warung, kafe, restoran, pedagang kaki lima, dapat menampung sebanyak 50 persen untuk makan di tempat, serta hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.

Pemprov juga memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Bagi yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi bakti sosial pembersihan fasilitas umum atau denda administrasi paling banyak Rp 250 ribu.

Sedangkan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda administrasi paling banyak Rp 50 juta, hingga pencabutan izin usaha.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250