Dugaan Kasus Kekerasan Seksual SMA SPI Disebut 3 Korban Ketakutan

  • Whatsapp
Dugaan Kasus Kekerasan Seksual SMA SPI Disebut 3 Korban Ketakutan
banner 300x250

Havana88 – Sejumlah korban dugaan kekerasan seksual oleh pemilik Sekolah Menengah Atas (SPI) Selamat Pagi Indonesia, Batu, Jawa Timur, dilaporkan mengalami ketakutan. Mereka cemas dan khawatir menghadapi proses hukum sekarang.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan akan segera meminta bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Read More

“Korban meminta saya menghubungi LPSK, karena korban ada 14 orang, khusus 3 wartawan terkemuka dalam keadaan ketakutan,” kata Arist, Jumat (11/6).

Menurut dia, ketakutan tersebut dialami korban karena JE, pemilik sekolah SPI, adalah orang yang berkuasa dan berwibawa.

Ia menuturkan bahwa karena itu ia tahu pelapor tersebut ialah orang yang kuat.

Sementara dari Komnas PA sendiri, Arist mengatakan akan terus mendampingi para terduga korban selama proses hukum, baik secara psikis maupun fisik.

“Jadi, untuk ketakutan psikologis dan butuh tempat berteduh, Komnas PA melakukannya. Selain mendampingi proses hukumnya,” ujarnya.

Polda Jatim juga mengusut kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. Kabag Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko, mengatakan polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk kepala sekolah dan guru.

Gatot mengatakan bahwa tim yang dibentuk Ditreskrimum Polda Jatim itu memeriksa dua orang dari SPI, ya [kepala sekolah dan guru].

Selain kepala sekolah dan guru, Gatot mengatakan penyidik ​​juga telah memeriksa 14 saksi pelapor dalam kasus ini.

“14 saksi pelapor sudah diperiksa,” katanya.

Ditambahkannya, selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga telah memberikan bantuan penanganan psikolog dan psikiater dari kepolisian.

“Kami memberikan bantuan kepada psikolog dan psikiater. Kemudian dilakukan visum, ada empat orang,” jelas Gatot.

Polisi, kata dia, juga telah membuka hotline pengaduan bagi para terduga korban pemilik SPI lainnya.

Risna saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.Sementara itu, kata dia, total pelapor yang masuk sebanyak 20 orang.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SPI SMA Kota Batu, Risna Amalia Ulfa, membantah tudingan kekerasan seksual, kekerasan fisik dan verbal, serta eksploitasi ekonomi terhadap murid-muridnya.

Risna saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu membantah bahwa yang diberitakan sama sekali tidak benar.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250