Imigrasi Kota Depok Temukan Ratusan WNA Pencari Suaka dan Pengungsi

  • Whatsapp
Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok melakukan pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA). Dari pengawasan ini, ada ratusan orang asing yang mencari suaka dan pengungsi di Kota Depok.
banner 300x250

Havana88-Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok melakukan pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA). Dari pengawasan ini, ada ratusan orang asing yang mencari suaka dan pengungsi di Kota Depok.

Kepala Bagian Humas dan Penerangan Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok Yuris Setiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan dan pendataan orang asing yang berdomisili di Kota Depok. Menurutnya, Kota Depok tak luput dari tujuan orang asing sebagai tempat tinggal sementara.

Read More

“Hingga Agustus, kami mencatat sebanyak 206 WNA yang tinggal di Kota Depok dengan alasan mencari suaka atau mengungsi,” kata Yuris, Jumat (3/9/2021).

Yuris menjelaskan, ratusan WNA tersebut berasal dari berbagai negara seperti 85 WNA dari Afghanistan, 18 WNA Iran, 38 WNA Yaman, 4 WNA Ethiopia, 1 WNA Mesir, 1 WNA Kongo, 13 WNA Irak, dan 1 WNA Pakistan. Jika diklasifikasikan, ada 51 pencari suaka asing dan sisanya adalah pengungsi.

“Orang asing di Kota Depok selalu berpindah tempat tinggal,” kata Yuris.

Yuris mengatakan, setiap berpindah tempat tinggal, mereka selalu melapor ke Kantor Imigrasi Kota Depok. Secara umum, pencari suaka dan pengungsi memiliki organisasi yang mengurus orang asing.

“Biasanya ada yang harus diurus, detail informasinya ada di Wasdakim,” kata Yuris.

Yuris mengatakan, pada umumnya perwakilan dari orang asing menyampaikan laporan ke Kantor Imigrasi Kota Depok. Menurutnya, orang asing yang melarikan diri atau mencari suaka tidak hidup sendiri melainkan berkelompok. Nanti dari laporan tersebut, pihak Imigrasi Kota Depok akan melakukan pengecekan dan pengawasan.

“Orang asing di Kota Depok ini tidak bekerja karena Indonesia bukan negara yang meratifikasi konvensi Wina 1951, jadi Indonesia bukan negara pengungsi dan penerima suaka,” kata Yuris.

Jadi Transit

Yuris mengatakan, WNA tersebut tinggal sementara di Kota Depok karena alasan kemanusiaan. Indonesia menjadi negara transit sebelum orang asing berangkat ke negara lain. Selain itu, pencari suaka dan pengungsi asing memiliki organisasi internasional yang mengurus mereka.

“Yang bertugas di sini adalah UNHCR dan organisasi internasional lainnya. Jadi kalau ada apa-apa mereka koordinasikan dengan kantor imigrasi, kami akan pantau jika ada hal-hal yang kami lakukan tindakan,” kata Yuris.

Yuris menegaskan, pencari suaka dan pengungsi asing tidak diperbolehkan bekerja di Kota Depok, karena status WNA tersebut sedang menunggu untuk pergi ke negara ketiga. Hingga saat ini pihak Imigrasi Kota Depok belum menemukan adanya pengungsi atau pencari suaka asing yang sudah bekerja.

“Pencari suaka dan pengungsi asing ditampung di shelter, biasanya dibiayai oleh organisasi internasional, ada juga yang tidak, mereka hidup mandiri,” pungkas Yuris.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250