Jaksa Penuntut Umum Tanjungpinang Menuntut Rini Pratiwi Yang Menjadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

  • Whatsapp
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang menuntut Rini Pratiwi, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi terdakwa kasus ijazah palsu, dengan hukuman satu tahun penjara.
banner 300x250

Havana88 –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang menuntut Rini Pratiwi, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, yang menjadi terdakwa kasus ijazah palsu, dengan hukuman satu tahun penjara. Rini Pratiwi juga menuntut denda sebesar Rp. 100 juta dan subsider 6 bulan penjara.

Jaksa Ardiansyah menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menggunakan gelar yang tidak pantas atau palsu. Perbuatan terdakwa dianggap melanggar Pasal 68 ayat 3 jo Pasal 21 ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Read More

“Menuntut terdakwa divonis satu tahun penjara, terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 100 juta dan subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (13/7/2021), seperti dilansir Antara.

JPU juga menjelaskan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu berbelit-belit dalam persidangan dan tidak mengakui perbuatannya. Hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum.

Berdasarkan tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang Boy Syailendra menunda sidang hingga sepekan lagi dengan agenda pembelaan tergugat.

“Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 21 Juli 2021,” kata ketua majelis hakim.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, terdakwa menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Keangan 45 Jakarta pada 10 Desember 2014 dengan memperoleh gelar Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Pendidikan.

Selanjutnya terdakwa mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPRD Tanjungpinang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang dengan gelar M.Pd.

Sebelum penetapan calon oleh KPU Tanjungpinang, terdakwa mengajukan perubahan gelar akademik yang semula terdakwa menggunakan gelar M.Pd kemudian diubah menjadi M.MPd.

Selanjutnya dalam kontestasi pemilihan legislatif, terdakwa terpilih sebagai anggota DPRD Tanjungpinang, dalam surat keputusan KPU tentang penetapan calon terpilih DPRD Tanjungpinang tahun 2019, nama terdakwa Rini Pratiwi dengan gelar akademik digunakan adalah MM.Pd.

Sampai terdakwa dilaporkan oleh saksi Pandi Ahmad Simangunsong ke Polsek Tanjungpinang, terdakwa masih menggunakan gelar akademik MM.Pd.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, judul yang digunakan oleh tergugat sebaiknya singkatan MM, bukan M.Pd atau MM.Pd.

Politisi perempuan dari PKB itu ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah palsu oleh Polres Tanjungpinang pada Selasa, 20 Oktober 2020.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250