Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri Menyebut Sudah Memonitor Kasus Pemotongan Dana BTS

  • Whatsapp
 Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, pihaknya telah memantau kasus pemotongan dana bantuan sosial (BST) tunai di Karawang dan Tasikmalaya. Mereka akan mengambil tindakan jika terbukti salah.
banner 300x250

Havana88 –   Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, pihaknya telah memantau kasus pemotongan dana bantuan sosial (BST) tunai di Karawang dan Tasikmalaya. Mereka akan mengambil tindakan jika terbukti salah.

“Namun, ini salah. Kita sudah sepakat dengan Pak Kajati bahwa kita harus menanganinya dan kita akan bertindak. Ke depannya akan didistribusikan sesuai peruntukannya,” kata Dofiri saat konferensi pers virtual, Selasa (10/10). 8/2021).

Read More

Dofiri mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pendahuluan, dua kasus di Karawang dan Tasik berbeda. Menurutnya, kasus di Karawang murni kesalahan.

Di Karawang sempat longsor, akibat pemotongan karena kekurangan dana covid. Di Tasik ada kesepakatan dengan warga,” katanya.

Sementara di Tasikmalaya, kata Dofiri, sudah ada kesepakatan antar warga. Dia mencontohkan kesepakatan menambal warga yang tidak menerima bansos.

“Misalnya ada 10 yang terdaftar, sedangkan warga ada 15. Kalau 10 kilogram dibagi 15 jumlahnya bukan 10 kilogram. Itu kesepakatan bersama. Tapi mungkin ada satu atau dua orang yang belum mempersoalkan itu,” kata Dofiri.

Kajati Jabar Asep Nana Mulyana mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk menangani kasus penyalahgunaan bansos tersebut. “Tidak hanya melakukan tindakan, tetapi memantau, mendidik dan memberikan bantuan agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai membuat keributan baru terkait PPKM ini. Kami akan awasi penyaluran bansos ini,” kata Asep.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Kejaksaan Agung terkait kasus bansos tersebut. Mereka akan memberikan pelatihan.
“Kami juga melakukan pembinaan agar tidak terulang lagi. Agar tidak viral, mayoritas aman. Laporan mengenai pemotongan sedikit, tapi apapun itu, itu pelanggaran,” kata Kang Emil disapa. .

Seperti diketahui, sebaran BST di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Tasikmalaya bermasalah. Jumlah bidak BST di kedua tempat tersebut bervariasi.

Di Tasikmalaya, misalnya, BST yang seharusnya diterima warga sebesar Rp. 600 ribu, dipotong Rp. 100 ribu. Sehingga BST yang diterima warga sebesar Rp. 500 ribu.

Kasus tersebut ditemukan di Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Ada puluhan warga yang menjadi korban pemotongan tersebut.

Kasus serupa terjadi di Karawang. Tak tanggung-tanggung pemotongan yang dilakukan mencapai 50 persen dari total yang harus diterima warga.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250