Kapolda Sumsel Mengaku Salah Terkait Polemik Hibah Bodong Rp 2 Triliun Dari Keluarga Akidi Tio

  • Whatsapp
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengaku keliru terkait polemik penipuan dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat.
banner 300x250

Havana88 –  Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengaku keliru terkait polemik penipuan dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

“Keributan ini tentu salah saya sebagai individu,” kata Irjen Eko di Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Ia mengaku kurang hati-hati memicu polemik hibah palsu. Ia meminta maaf atas polemik yang terjadi.

“Sebagai orang biasa dan saya mohon maaf. Ini terjadi karena kecerobohan saya sebagai individu saat menerima informasi awal,” ujarnya.

Eko juga meminta maaf secara khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia juga meminta maaf kepada seluruh anggota Polri.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada Kapolri, para petinggi Mabes Polri, anggota Polri, dan masyarakat Sumsel,” ujar Eko.

“Para tokoh agama, gubernur, dan Danrem terlibat dalam keributan ini,” tambah Kapolda Sumsel.

Sumbangan Rp 2 triliun oleh keluarga mendiang Akidi Tio untuk penanganan COVID-19 di Sumsel kini menjadi polemik. Dana yang dijanjikan tidak ada karena saldo tidak mencukupi.

Mabes Polri kemudian mengirimkan tim untuk memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang secara simbolis menerima bantuan dari putra Akidi Tio, Heryanty, pada Senin (26/7).

“Terkait Kapolda Sumsel, Mabes Polri telah menurunkan tim internal, yakni dari Mabes Polri Itwasum dan dari Div Paminal Propam Polri,” kata Kabag Humas Polri Irjen Argo Yuwono di konferensi pers virtual, Rabu (4/8).

Argo menjelaskan, Mabes Polri ingin mengetahui kejadian tersebut secara jelas dengan mengklarifikasi Irjen Eko. Pemeriksaan akan dilakukan secara internal.

“Ya tentu kita ingin lihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana dan itu ranah klarifikasi internalnya,” ujarnya.

Hibah Bodoh

Polisi telah memeriksa anak Akidi Tio, Heryanty, pada Senin (2/8). Dari pemeriksaan, ditemukan uang Rp 2 triliun yang dijanjikan tidak ada.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap sumbangan yang dijaminkan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada atau palsu.

“Hingga kemarin, kami telah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan bahwa uang yang disebutkan dalam bilyet giro itu tidak ada,” kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250