Kericuhan PPKM Darurat Surabaya, Polisi Tangkap 2 Tersangka

  • Whatsapp
Kericuhan PPKM Darurat Surabaya, Polisi Tangkap 2 Tersangka
banner 300x250

Havana88 – Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali menangkap dua tersangka kasus kerusuhan atau penyerangan warga terhadap petugas Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM), di kawasan Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya.

Kedua tersangka itu adalah FA (20) dan H (33). Keduanya memiliki peran berbeda dalam kasus kerusuhan yang pecah Sabtu (10/7) malam lalu.

Read More

FA diduga terlibat dalam perusakan mobil patroli polisi Kenjeran. Dia dikatakan telah memecahkan kaca belakang mobil dengan melemparkan batu bata.

“FA mengambil tindakan untuk menghancurkan [mobil patroli]. Ini dilakukan dengan batu bata, kami mengamankan barang bukti,” kata Kapolsek Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, Selasa (13/7).

FA dikabarkan emosi karena adiknya ditangkap petugas PPKM Mikro karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Dia kemudian mencoba membebaskan adiknya.

FA menuturkan bahwa kakaknya diamankan Satpol PP karena kedapatan tidak memakai masker. Jadi dia berusaha membela adiknya yang ditahan.

Sedangkan tersangka H ditangkap, karena diduga mengunggah ucapan provokasi dengan mengunggah video kerusuhan di media sosial.

AKBP Ganis menuturkan bahwa provokator ini membuat konten di Facebooknya untuk memancing orang lain menentang pelaksanaan kegiatan PPKM Darurat ini.

Tak hanya itu, ternyata baik FA maupun H bukanlah warga yang berdomisili di lokasi kegiatan patroli operasi peradilan dilakukan. Mereka juga diduga memanfaatkan situasi untuk membuat kekacauan.

Ganis juga menyebutkan bahwa tersangka provokator juga bukan orang yang tinggal di lokasi operasi peradilan, jadi dia memanfaatkan situasi itu.

Selain mengamankan keduanya, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua ponsel, batok kelapa, batu bata, paving stone dan pakaian milik tersangka.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 214 KUHP Jo. Pasal 211 KUHP Jo. 212 KUHP Subsidi dari pasal 170 KUHP dan/atau pasal 14 ayat (1) UU RI No. 4 Tahun 1984 dimana itu tentang Wabah Penyakit Menular Jo. Inmendagri 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat lebih merupakan turunan dari Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1946 dimana itu berisi tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, Polisi Pelabuhan Tanjung Perak menetapkan satu tersangka dalam kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas operasi peradilan PPKM Darurat di Bulak Banteng Baru, Kenjeran, Surabaya, 10 Juli lalu.

Ganis mengatakan satu tersangka berinisial E. Dia adalah pemilik toko. yang menantang petugas ketika mereka dikendalikan. Sikap E, kata Ganis, kemudian membuat warga sekitar marah dan menyerang petugas. Bentrokan terjadi, dua mobil patroli rusak.

“Pemilik menolak, dan aksi akan terus berlanjut. Jadi memancing, memicu orang datang,” kata Ganis, Minggu (11/7).

Akibat perbuatannya, E juga dijerat pasal 212 KUHP karena melawan petugas yang sedang melakukan operasi peradilan. Ancaman hukumannya empat bulan penjara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250