Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Mengaku Dicecar soal Penganggaran Tanah Munjul

  • Whatsapp
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku dimintai keterangan terkait mekanisme penganggaran terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur yang berujung korupsi.
banner 300x250

Havana88- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku dimintai keterangan terkait mekanisme penganggaran terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur yang berujung korupsi.

Prasetyo mengaku dimintai keterangan soal penganggaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di DPRD untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. ).

Read More

“Ditanya mekanismenya, mekanisme penganggaran dari RPJMD, KUA, RKPD, begitu saja,” kata Prasetyo usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021).

Menurut Prasetyo, DPRD DKI Jakarta hanya menyetujui besaran anggaran yang dibutuhkan Pemprov DKI untuk pembebasan lahan. Setelah dana disetujui, sisanya menjadi kewenangan Pemprov DKI.

Ia juga meminta soal pembebasan lahan yang berujung sengketa itu ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, menurut dia, dana yang telah disetujui diserahkan kepada Anies.

“Ya namanya dia minta (dana), asalkan digunakan dengan baik, ya enggak apa-apa lho. Pembahasannya langsung ke Bangar besar (Badan Anggaran), dan di Bangar Besar kita ketuk palu. Jadi saya serahkan kayu gelondongan ke eksekutif, sekarang eksekutif harus bertanggung jawab,” katanya.

Dia mengakui, ada pertemuan terkait pembebasan lahan. Sebab, dana tidak bisa dicairkan tanpa pertemuan sebelumnya. “Intinya diskusi, ya sudah selesai, tanyakan saja ke Gubernur,” kata Prasetyo Edi Marsudi.

Mantan Direktur Utama Tersangka Pengembangan Sarana Jaya

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pengembangan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe, Direktur PT Adonara Propertindo (AP) Tommy Adrian (TA) dan juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

KPK juga telah menangkap tersangka baru dalam kasus ini. Yakni, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur yang juga pemilik showroom mobil mewah Rudy Hartono Iskandar (RHI). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, perbuatan para tersangka tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp. 152 miliar untuk keuangan negara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250