Ketua PDIP Syafaruddin Ditetapkan Sebagai Buron Kasus Penggelapan

  • Whatsapp
Ketua PDIP Syafaruddin Ditetapkan Sebagai Buron Kasus Penggelapan
banner 300x250

Havana88detik – Kejaksaan telah menetapkan Ketua PDIP Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Syafaruddin Harahap untuk masuk dalam daftar buronan (DPO). Syafaruddin sudah ditetapkan sebagai buronan kasus penggelapan.
“Ya (Ketua PDIP Paluta Syafaruddin Harahap-red), saat ini kami sudah memasukkannya ke dalam daftar buronan karena diduga tidak kooperatif dalam melaksanakan putusan tersebut,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Paluta, Budi. Darmawan, saat dimintai konfirmasi, Selasa. (22/12/2020).

Putusan yang dimaksud Budi adalah putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 923 K / Pid / 2019. Dalam putusan tersebut, Syafaruddin dinyatakan bersalah melakukan penggelapan.

Read More

Yang menyatakan terdakwa Syafaruddin Harahap terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terkait penggelapan, katanya.

Budi mengatakan, pihaknya telah melayangkan panggilan ke Syafruddin namun tidak mendapat tanggapan. Ia mengatakan, pihaknya juga sempat mendatangi rumah tersebut namun tidak bisa menemukan Syafruddin.

Pada kunjungan pertamanya, kata Budi, pihak keluarga mengatakan Syafruddin tidak ada di rumah karena sedang pergi berobat. Namun, pihak keluarga tidak bisa menunjukkan surat tersebut sebagai bukti sakitnya Syafruddin.

Bahwa istri terpidana Syafaruddin Harahap mengatakan bahwa suaminya Syafaruddin Harahap sedang menjalani perawatan karena cincin jantungnya. Namun, ia tidak bisa menyampaikan surat keterangan sakit yang menegaskan bahwa dirinya sedang berobat dan berusaha memberikan narasi pembenaran kepada terpidana. kasus, “kata Budi.

Namun, Jaksa Penuntut Umum meminta istri terpidana hadir di Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara untuk melaksanakan putusan yang sudah menyimpang tersebut, tambahnya.

Budi menuturkan, Syafruddin juga tidak ditemukan saat rombongannya mendatangi rumah tersebut untuk kedua kalinya. Sehingga Syafruddin masuk dalam daftar buronan.

“Jadi Senin kemarin kami ke rumahnya untuk kedua kalinya tapi dia selalu mangkir dan keluarganya selalu ditutup-tutupi oleh keluarganya. Makanya kami curiga dia tidak kooperatif dalam persembunyian untuk menghindari proses eksekusi,” jelasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250