Kominfo Menanggapi Tiktok E Cash, Rebahan Dapat Uang

  • Whatsapp
Situs Tiktok e cash
banner 300x250

Havana88detik – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menanggapi platform yang sedang dibicarakan sejumlah warga, Tiktok e Cash.

Tiktok e Cash adalah situs yang menjanjikan sejumlah uang untuk anggotanya hanya dengan menonton konten TikTok.

Read More

Menurut Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak dan instansi terkait untuk menindaklanjuti TikTok Cash.

“Kementerian Komunikasi dan Informasi masih melakukan koordinasi dengan kelompok dan lembaga terkait,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (9/2).

Lebih lanjut dia mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi, untuk mencegah terjadinya penipuan di dunia digital.

Namun, dia tidak menyebutkan apakah aplikasi tersebut diizinkan atau tidak beroperasi di Indonesia.

Sebelumnya, jagat maya dikejutkan dengan aplikasi Tiktok Cash. Aplikasi ini konon mampu membuat penonton video konten Tiktok mendapatkan uang.

Situs Tiktok e Cash menawarkan keuntungan tunai bagi pengguna dengan syarat pengguna harus membayar biaya keanggotaan sebelum mereka dapat mulai menghasilkan keuntungan.

Biaya keanggotaan Tiktok e Cash bervariasi, mulai dari Rp 499.000 hingga jutaan rupiah. Beberapa pengguna mengakui bahwa Rp. Uang tunai 500 ribu meningkat menjadi Rp. 1 juta dalam tiga hari.

Dalam situs resminya, Tiktok Cash menyebutkan bahwa platform tersebut merupakan solusi di masa depan, terutama bagi kaum muda.

“Teknologi revolusioner App-Tiktok Cash menghubungkan pengguna Tiktok dengan ekonomi selebriti Internet, menjadikan aplikasi model win-win and win-win yang terfragmentasi ini harus dimiliki di dunia,” tulis Tiktok Cash di situs resminya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Tiktok Indonesia terkait Tiktok Cash, namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan.

Namun melalui postingan di Instagram, Tiktok sempat mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak terkait dengan website yang menggunakan nama serupa dan meminta uang dari pelanggan seperti Tiktok eCash.

Sebelumnya, Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing sempat melarang aplikasi Vtube yang dikembangkan PT Future View Tech.

OJK mengklasifikasikan aplikasi ini sebagai entitas investasi ilegal. Vtube juga menjanjikan keuntungan bagi member hanya dengan menonton iklan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250