Kredit Macet Semakin Menanjak Menurut Otoritas Jasa Keuangan di Tahun Ini

  • Whatsapp
OJK memperkirakan rasio kredit bermasalah
banner 300x250

Havana88detik – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan rasio risiko kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) perbankan semakin meningkat. Akibat pandemi tersebut, NPL meningkat dari 2,53 persen pada akhir 2019 menjadi 3,06 persen pada Desember 2020.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK Bambang Widjanarko mengatakan peningkatan kredit macet tak lepas dari pandemi.

Read More

“Bulan Desember (NPL) agak menurun dari November, seiring berjalannya waktu saya yakin NPL pasti akan meningkat,” kata Bambang dalam jumpa pers, Jumat (26/2).

Mengingat masih banyaknya debitur yang kesulitan membayar kredit, OJK telah memperpanjang kebijakan keringanan angsuran (restrukturisasi kredit) hingga Maret 2021.

Dia mengatakan tingginya kebutuhan restrukturisasi tercermin dari melonjaknya rasio kredit bermasalah atau Loan at Risk (LAR) yang naik 135 persen. Pada Desember 2019, LAR tercatat hanya 9,93 persen dan melejit hingga 23,38 persen pada akhir tahun 2020.

Sejalan dengan hal tersebut, perbankan semakin selektif dalam menyalurkan kredit di tengah risiko kredit yang tinggi. Suku bunga kredit tercatat mengalami kontraksi merata di seluruh pembukuan, terparah pada pembukuan III sebesar 4,02 persen.

Kemudian bank buku II mengalami kontraksi 2,6 persen dan bank buku I minus 2,5 persen. Terakhir, bank buku IV negatif 1,46 persen.

Sedangkan berdasarkan jenisnya, hanya bank milik negara dan bank pembangunan daerah (BPD) yang masih tumbuh positif masing-masing sebesar 0,62 persen dan 5,22 persen pada tahun 2020, karena didukung oleh kredit konsumsi bagi Aparatur Sipil Negara.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa OJK mencatatkan restrukturisasi kredit bank senilai Rp987,5 triliun per 8 Februari 2021.

Restrukturisasi dilakukan melalui 101 bank di seluruh Indonesia dengan segmen UMKM senilai Rp. 388,3 triliun menjadi 6,2 juta debitur. Sedangkan untuk segmen di luar UMKM senilai Rp599,15 triliun dengan total debitur 1,8 juta orang.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250