Mahasiswi inisial AA 19 tahun ditangkap polisi usai nekat menikam selebgram Makassar

  • Whatsapp
Mahasiswi inisial AA 19 tahun ditangkap polisi usai nekat menikam selebgram Makassar
banner 300x250

Havana88detik – Mahasiswa berinisial AA 19 tahun (sebelumnya dipanggil polisi AS 20 tahun) itu ditangkap polisi setelah mati-matian menikam artis Makassar Ari Pratama hingga tewas di salah satu wisma di Makassar. Polisi mengungkapkan bahwa AA telah merencanakan pembunuhan Ari Pratama.
“Sudah direncanakan pelaku melakukan penganiayaan,” kata Kepala Humas Polda Makassar Kombes Supriady Idrus saat jumpa pers di Polsek Panakkukang, Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Jumat (5/3/2021).

Menurut Supriady, pelaku sempat bertemu dengan Ari Pratama di salah satu supermarket di Makassar. Saat itu, pelaku telah menyiapkan pisau dapur.

Read More

Sebelum bertemu pada Kamis (4/3), pelaku mengaku sangat kesulitan bertemu dengan artis Ari Prtama.

“Kemarin pelaku berhasil menembus lewat ponselnya. Kemudian korban diajak bertemu di salah satu supermarket. Ada percakapan sekitar setengah jam,” kata Kompol Supriady.

Pertemuan selebgram Ari Pratama dengan AA kemudian dilanjutkan di wisma tempat kejadian tersebut terjadi. “Dan di sanalah terjadi pertengkaran hingga akhirnya penganiayaan terjadi saat korban sedang tidur,” kata Kompol Supriady.

Sebelumnya, pelaku sempat dikabarkan mengenal Ari Pratama lewat media sosial (medsos). Pelaku program Ari kemudian menjalin hubungan sebagai kekasih sejak 7 bulan terakhir.
Namun, sejak sebulan terakhir, pelaku sulit menghubungi Ari Pratama. Situasi ini dikatakan polisi menyebabkan pelaku merencanakan pembunuhan Ari Pratama.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Ari Pratama tercatat sudah check in di wisma di Panakkukang, sekitar pukul 03.41 WITA, dini hari tadi. Ari Pratama dipanggil check-in bersama rekan perempuan ke kamar 214 lantai 2 wisma.

Kemudian sekitar pukul 05.01 WITA subuh Ari Pratama tiba-tiba keluar dari kamar 214 lantai 2 dan berlumuran darah di sekujur tubuhnya. Ari Pratama kemudian dipanggil ke area lobby untuk meminta bantuan resepsionis.

“Katanya, ‘Kakak saya ditikam gadis di atas’,” kata seorang petugas Wisma, Roni (28) menirukan permintaan bantuan korban, kepada detikcom di lokasi.

Akhirnya, kata Roni, korban berdiri dan berjalan perlahan menuju halaman wisma. Namun, situasi yang semakin parah membuat korban harus berbaring di depan wisma hingga dinyatakan meninggal dunia.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250