Misteri Pembunuhan Mayat Perempuan Terbungkus Karung di Lembang

  • Whatsapp
Misteri Pembunuhan Mayat Perempuan Terbungkus Karung di Lembang
banner 300x250

Havana88detik – Berbagai kasus pembunuhan di tahun 2020 sempat menghebohkan warga Jabar. Bahkan hingga saat ini masih terdapat kasus pembunuhan yang sulit diselesaikan oleh pihak kepolisian.
Berikut rangkuman beritanya:

Hampir sembilan bulan, kasus kematian Marwah Sofiyah alias Lebah Anjani yang jenazahnya ditemukan di parit depan hotel di Lembang, Bandung Barat, 5 Maret lalu, belum terungkap.

Read More

Jenazah perempuan bertato burung hantu warga Kampung Karajan, Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang ditemukan miris dengan terbungkus seprai dan plastik hitam. Polisi menemukan luka di leher dan memar di wajah.

AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Cimahi mengatakan, kasus ini sulit diungkap karena minimnya bukti.

“Kami kekurangan saksi dan belum ada CCTV di lokasi pembuangan jenazah. Jadi kami tidak bisa mengarahkan mereka ke pelaku pembuangan dan pembunuhan korban,” kata Yoris, Minggu (26/7). ).

Dalam kejadian tersebut, polisi telah memeriksa lebih dari 100 saksi, termasuk pengemudi taksi online yang terakhir kali mengawal korban.

“Kami sudah memeriksa hampir 120 orang, tapi belum ada yang mengejarnya. Kami berusaha mematahkan semua alibi mereka, tapi masih belum jelas. Kami sudah memeriksa semua teman dekat, pacar dan keluarga kami,” kata Yoris.

Selain itu, polisi juga mendapat informasi bahwa sehari sebelum kejadian naas itu, Anjanii Bee sempat bertemu dengan seorang pria di depan sebuah hotel di Bandung.

Polisi pun segera mengecek daftar tamu yang menginap tepat di hari Anjanii Bee bertemu dengan pria misterius itu, namun tidak berhasil.

“Kami sudah memeriksa semua kamar hotel. Kami bahkan mengecek satu per satu daftar tamu yang menginap hari itu dan sehari sebelumnya. Tapi tidak ada yang mengarah ke terduga pria yang kami incar,” jelasnya.

Akhirnya, pada tanggal 6 November, polisi masih belum mendapatkan kemajuan terkait kasus ini.
Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan hingga saat ini pihaknya masih berkembang. Namun, tidak ada hasil yang bisa mendekatkan pihaknya dengan pelaku pembunuhan sadis ini.

“Hingga saat ini kami masih menyelidiki di mana, siapa, dan kapan korban tewas. Namun belum ada perkembangan berarti,” kata Yohannes saat dihubungi detik.com.

Menurutnya, pelaku pembunuhan Anjanii Bee diduga lebih dari satu orang dan sudah sangat terlatih karena pembunuhan dilakukan dengan sangat rapi sehingga bisa menyamarkan jejak pelakunya.

“Kami menduga lebih dari satu orang dan terorganisir. Ada peran pelakunya yang berbeda-beda, dari yang mengeksekusinya hingga yang membuang korban. Tapi kami terus berupaya mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Sehari sebelum pembunuhan Anjani Bee, pada 4 Maret 2020, warga dikejutkan dengan ditemukannya jenazah seorang ibu muda di Kabupaten Bandung Barat yang ditemukan tewas di dalam karung.

Jenazah Ai Nuryani (25) yang diduga menjadi korban pembunuhan ini ditemukan di kawasan Hutan Datar Canar, tepatnya di Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung.

Kapolsek Gunung Halu AKP Yogaswara mengatakan, kepala korban terluka parah akibat terkena benda tajam.

Berdasarkan hasil TKP, untuk sementara jenazah diduga sebagai korban pembunuhan karena ada luka di bagian kepala, muka dan pelipis, kata Yogaswara saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3) lalu. ).

Ketika polisi membuka karung itu, kepala ibu muda itu berlumuran darah. Korban sudah berpakaian lengkap. Tapi ritsleting celananya sedikit terbuka.

“Soal ritsleting terbuka belum bisa dipastikan ada kaitannya dengan kematian korban atau tidak, masih dalam pengembangan,” kata Yoga.

Menurut dia, karung yang membungkus tubuh korban semula dilapisi daun pohon cemara. “Warga menemukan jenazah warga yang juga sedang mencari korban. Saat ditemukan karung sudah tertutup dedaunan. Lokasinya cukup sulit dijangkau karena treknya berbukit dan memakan waktu sekitar 30 menit,” jelas Yoga.

Menurut keluarga korban, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sudah pergi ke hutan dekat sawahnya untuk mencari rumput, pada 3 Maret pagi. Namun hingga malam, korban tak kunjung pulang.

“Akhirnya pihak keluarga melaporkannya ke perangkat desa dan melakukan penggeledahan hingga tengah malam, tapi tidak ada. Pencarian dilakukan keesokan harinya, dan langsung ditemukan,” kata Yoga.

Sama seperti kasus Lebah Anjani, kasus kematian ini juga tidak terpecahkan. Selain mengusut TKP, polisi juga kembali memeriksa saksi mata. Total saksi mata yang diperiksa untuk mengungkap pembunuhan itu adalah 8 orang, termasuk keluarga korban.

“Sampai saat ini kami sudah memeriksa delapan saksi termasuk ibu dan suami korban,” kata Kasatreskrim Polsek Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Polisi juga belum bisa mempersempit kemungkinan pelaku pembunuhan ibu satu anak itu.

“Sampai saat ini memang belum ditujukan kepada pelaku. Tapi kami akan terus kembangkan untuk mengungkap kasus ini. Doakan saja agar segera terungkap,” jelasnya.

Jauh sebelum kasus Lebah Anjani, polisi belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan siswa SMK Bogor Andriana Yubelia Noven Cahya (18). Pelaku pembunuhan Nigen sulit diungkap karena minimnya bukti.

Bahkan polisi ikut terlibat, Biro Investigasi Federal (FBI) membantu mengidentifikasi wajah pelaku penikaman Noven.

Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko yang masih menjabat Kepala Bidang Humas Polda Jabar mengatakan, bantuan forensik digital dari FBI belum menjelaskan identitas pembunuh Noven.

Alat alat bukti yang kami temukan penyidik Bogor, terutama yang ditahan oleh Polda Jabar belum sampai kepada satu atau beberapa tersangka, itulah yang menyulitkan kami, kata Trunoyudo di Polda Jabar. Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu (16/3) lalu.

Menurut dia, bukti CCTV yang dimiliki polisi hanya sebagai petunjuk pembunuh Noven. Pihaknya masih membutuhkan alat bukti tambahan, yakni keterangan saksi yang mengetahui tersangka pelaku yang terekam CCTV.

“Yang lebih dominan dalam pembuktian siapa tersangka adalah keterangan saksi yang mengenal pelaku misalnya. Karena rekaman CCTV tidak mengidentifikasi identitas, itu hanya petunjuk. Kami masih kekurangan (bukti) itu,” katanya. kata Truno.

Dalam kejadian tersebut, Polri telah memeriksa 28 saksi. Saksi yang diperiksa terdiri dari saksi internal dan eksternal, rekan sekolah dan saksi di sekitar lokasi pembunuhan. Dari seluruh keterangan saksi, belum ada satupun yang mengarah ke pelaku.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250