Pandemi Susulan Yang Bakal Lebih Hebat Dampaknya Dari Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi corona covid-19
banner 300x250

Havana88detik – Ahli epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman memperingatkan bahwa pandemi lebih lanjut akan berdampak lebih besar daripada Covid-19. Pandemi bisa saja terjadi dalam waktu dekat. Dicky pernah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah China pada Oktober 2019.

“Itu bukan penemuan saya, literatur sudah menunjukkannya. Saya hanya mengingatkan. Seperti yang saya ingatkan saat ini bahwa akan ada penyakit pandemi lain yang jauh lebih parah dari Covid-19,” ujar Dicky dalam diskusi virtual, Sabtu (19/12/2020).

Read More

Dicky menyarankan agar pemerintah bisa mengantisipasi prediksi ini dengan melakukan segala persiapan. Karena menurutnya pengendalian pandemi Covid-19 tidak semudah mengendalikan pandemi Mers.

Penyebab Covid-19 sulit dikendalikan, menurut Dicky, karena efek atau gejala yang muncul tidak terlihat sehingga sulit mendeteksi pengobatan sedini mungkin.

“Karena itu mencegah jauh lebih baik,” pesannya.

Vaksin Bukan Senjata Kuat

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai ada pola pikir yang salah jika mengira keberadaan vaksin akan menyelesaikan masalah pandemi Covid-19. Jadi, vaksin sebagai senjata pamungkas pemulihan ekonomi salah. Menurut Pandu, kuncinya adalah penanganan Covid-19 yang baik.

“Jadi kalau dikaitkan dengan vaksin dan pemulihan ekonomi, harapannya vaksin adalah senjata pamungkas ya. Padahal yang benar penanganan pandemi yang berhasil itu kunci pemulihan ekonomi, jadi kuncinya adalah di sana, ”kata Pandu dalam diskusi, Sabtu (19/12/2020).

Ia mencontohkan Wuhan, China yang berhasil memulihkan perekonomian tanpa perlu vaksin. Sementara itu, jika dilihat dari pandangan di Indonesia, vaksin merupakan satu-satunya harapan untuk mengendalikan pandemi.

“Banyak negara tanpa vaksin juga sudah pulih ekonominya. Mengapa demikian, karena pandemi bisa dikendalikan. Jadi masalahnya kita harus mengendalikan pandemi dengan segala cara dan vaksin hanya satu cara,” ujarnya.

“Jadi kita semua termakan oleh opini atau asumsi atau karena kegagalan kita menghadapi pandemi, jadi kita semua condong, mulai dari ekonomi kita, nasib kita semua bertumpu pada vaksin,” ujarnya.

Sedangkan vaksin membutuhkan waktu untuk mengendalikan pandemi. Proses vaksinasi di Indonesia juga tidak mudah karena wilayah geografisnya.

“Ini yang menurut saya juga harus kita pahami, seolah-olah vaksinasi itu proses yang mudah dan sederhana. Dalam dunia di bidang epidemi atau pandemi, vaksin hanyalah sebagian kecil dari pencegahan sekunder,” kata Pandu.

Sementara itu, Pandu menilai pola penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia belum terencana dengan baik. Misalnya, rencana pengujian untuk melacak kasus, serta komunikasi publik untuk perubahan perilaku.

Penanganan Covid-19 dinilai mendadak. Misalnya, kebijakan mewajibkan tes usap sebelum melakukan perjalanan menjelang liburan akhir tahun.

“Ada pola pengelolaannya dan ini tidak dilakukan. Itu spontanitas. Tiba-tiba semua pemudik yang mau jalan-jalan harus tes antigen, ini mendadak saja,” kata Pandu.

Reporter: Yunita Amalia, Ahda

Sumber: Merdeka

banner 300x250

Related posts

banner 300x250