Pasar Saham Tesla Merosot Drastis dalam 4 Minggu Senilai 230 Miliar

  • Whatsapp
Kendaraan Tesla Model 3 yang diproduksi di China (made in China) di gigafactory Tesla yang terletak di Shanghai, China pada 26 Oktober 2020. Tesla, pabrikan mobil AS, mengumumkan akan mengekspor 7.000 kendaraan Model 3 yang diproduksi di China ke Eropa
banner 300x250

Havana88detik – Koreksi pada saham Tesla Inc telah melampaui penurunan di pasar yang lebih luas. Kapitalisasi pasar saham Tesla menyusut lebih dari USD 230 miliar atau sekitar Rp3.312 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp14.403 per dolar AS) dalam empat minggu.

Saham Tesla turun sebanyak 13 persen pada Jumat ini. Saham Tesla akhirnya ditutup 3,8 persen pada $ 597,95, terendah sejak 3 Desember 2020.

Read More

Saham Tesla kehilangan 11 persen untuk minggu ini, memperpanjang penurunan beruntun empat minggu, terpanjang sejak Mei 2019.

Lonjakan saham Tesla membantu mendorong Elon Musk masuk ke dalam indeks saham S&P 500 pada tahun 2020, dan telah berubah menjadi penurunan tajam pada tahun 2021. Ini terjadi di tengah dorongan yang lebih besar dari produsen mobil ke kendaraan listrik. Demikian dilansir Bloomberg, Sabtu (6/3/2021).

Pemimpin industri otomotif termasuk General Motors Co, Ford Motor Co dan Volkswagen AG dalam beberapa bulan terakhir telah mengumumkan jajaran kendaraan listrik dan niat untuk secara agresif memperluas ke pasar yang baru lahir.

Terkena Aksi Jual

Valuasi saham Tesla yang tinggi juga terpukul dari aksi jual yang lebih luas di saham teknologi minggu ini. Investor meninggalkan saham teknologi dan valuasi tinggi di tengah meningkatnya imbal hasil treasury, memicu kekhawatiran bahwa perusahaan melakukan perdagangan dengan penilaian tinggi. Investor menduga kinerja saham tidak akan memenuhi ekspektasi jika biaya pinjaman membengkak.

Pemimpin industri kendaraan listrik itu termasuk di antara pecundang teratas pada indeks saham Nasdaq 100, indeks saham S&P 500 pada hari Jumat minggu ini. Kapitalisasi pasar saham Tesla adalah sekitar USD 574 miliar, jauh dari angka USD837 miliar yang dicapai pada akhir Januari 2021.

Startup kendaraan listrik juga mengikuti jejak Tesla pada hari Jumat. Penurunan utama dalam grup termasuk Lordstown Motors Corp, Nio Inc, Workhorse Group Inc, XPeng Inc. Selain itu, Churchill Capital Corp IV dan Northern Genesis Acquition Corp.

Elon Musk Merugi USD 27 Miliar

Selain itu, pendiri Tesla, Elon Musk, mencatat rekor tahun lalu untuk salah satu kekayaan yang tumbuh paling cepat dalam sejarah.

Namun, kini situasinya sudah berbalik. Bos Tesla Inc telah kehilangan $ 27 miliar sejak saham pembuat mobil itu jatuh karena aksi jual saham teknologi.

Dilansir dari situs Bloomberg, kekayaan bersihnya kini mencapai USD 156,9 miliar. Angka ini menempatkannya di posisi ke-2 dalam Bloomberg Billionaires Index, selisih sekitar USD 20 miliar setelah Jeff Bezos.

Saham Tesla melonjak 743 persen pada 2020 dan meningkatkan nilai sahamnya. Kenaikan tersebut akan terus berlanjut hingga tahun baru 2021. Menempatkan Musk sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan hingga akhir bulan mencapai USD 210 miliar, menggusur Bezos.

Keuntungan kuartalan yang konsisten, pemilihan Presiden Joe Biden yang mendukung teknologi hijau, dan antusiasme dari investor ritel, telah memicu kenaikan saham perusahaan.

Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Indeks Nasdaq 100 turun pada penutupan hari Jumat selama tiga minggu berturut-turut hingga 5 Maret 2021, menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak September.

Investasi Bitcoin

Selain industri teknologi, kekayaan bersih Musk juga berfluktuasi baru-baru ini seiring dengan harga Bitcoin. Tesla mengungkapkan bulan lalu bahwa pihaknya telah menambahkan bitcoin senilai USD 1,5 miliar ke neraca.

Kekayaan bersih Musk mencapai $ 15 miliar dua minggu kemudian setelah dia men-tweet bahwa harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya memang tampak tinggi.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250