Pemegang serial killer terbanyak di Indonesia masih dipegang Ahmad Suradji alias Dukun AS

  • Whatsapp
Pemegang serial killer terbanyak di Indonesia masih dipegang Ahmad Suradji alias Dukun AS
banner 300x250

Havana88detik – Muhammad Rian (21) yang tega membunuh dua wanita di Bogor membuka catatan kelam Indonesia tentang pembunuh berantai. Ahmad Suradji alias Dukun AS masih menjadi pemegang pembunuh berantai terbanyak di Indonesia.
Seperti dirangkum detikcom, Jumat (12/3/2021), dukun AS itu membunuh puluhan korbannya dengan motif mendapatkan ilmu hitam. Jenazah korban dimakamkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kasus ini mulai terkuak pada tahun 1997.

Pertengahan 1997, seorang pria menemukan jenazah wanita berusia 21 tahun bernama Dewi di kebun tebu. Polisi kemudian melakukan investigasi dan menemukan 42 kerangka manusia di areal perkebunan tebu. Diketahui kerangka yang ditemukan semuanya perempuan dan berusia 13-27 tahun.

Penyelidikan terus dilakukan, terutama terkait kematian Dewi. Polisi sudah mendapat informasi dari seorang saksi yang melihat Dewi pergi ke Dukun AS pada malam sebelum dinyatakan hilang.

Saat didekati polisi, Dukun AS mengatakan Dewi sudah pulang setelah matahari terbenam. Penyelidikan terhambat oleh sulitnya mendapatkan bukti. Namun, polisi tidak menyerah dan menelusuri laporan orang hilang pada tahun-tahun sebelumnya. Polisi pun sampai pada kesimpulan, mayoritas orang hilang itu datang untuk mendukung AS alias pasien mereka.

Polisi kembali mendatangi rumah Dukun AS dan melakukan penggeledahan. Petugas kemudian menemukan sejumlah barang bukti berupa pakaian dan perhiasan wanita. Dukun AS itu kemudian ditangkap dan diinterogasi oleh polisi.

Selama pemeriksaan, Dukun AS tersebut mengaku telah membunuh 42 wanita. Pembunuhan itu dilakukan guna memenuhi keinginan untuk menguasai ilmu hitam yang dipelajarinya. Agar ilmunya sempurna, Dukun AS itu mengaku harus membunuh 70 perempuan dan menyedot ludah korban.

Pengetahuan itu sendiri dikatakan telah ditemukan pada usia 12 tahun melalui mimpi, ketika ayahnya muncul dan memberi tahu dia tentang kondisi tersebut. Tindak keji pembunuhan perempuan untuk menjadi korban ini dilakukan oleh pria yang juga kerap disapa ‘Nasib Kelewang’ dalam kurun waktu 1986-1994 ini.

Dukun AS kemudian diproses secara hukum untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam kemudian menghukum mati Dukun AS pada 27 April 1998. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan terhadap perempuan tersebut.

Dukun AS itu melanjutkan upaya hukum, mulai dari banding, kasasi, hingga permohonan grasi kepada Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, semua upaya hukum ini tidak berhasil dan hukuman mati Dukun AS dinyatakan mengikat secara hukum.

Dor !!!

Dukun AS dieksekusi mati pada 10 Juli 2008 di suatu titik di Deli Serdang oleh tim eksekusi Brimob Polda Sumut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250