Pemimpin Perjuangan Melawan Penjajah Dari Daerah Banten

  • Whatsapp
Perjuangan Indonesia melawan kolonialisme memberikan banyak pelajaran bagi generasi sekarang. Termasuk pelajaran dari tokoh perjuangan melawan penjajah dari daerah Banten.
banner 300x250

Havana88 –   Perjuangan Indonesia melawan kolonialisme memberikan banyak pelajaran bagi generasi sekarang. Termasuk pelajaran dari tokoh perjuangan melawan penjajah dari daerah Banten.

Dikutip dari situs Dinas Sosial Provinsi Banten, publik tentu tidak asing dengan sosok Sultan Ageng Tirtayasa. Ia memerintah di Kesultanan Banten pada periode 1651-1683.

“Sultan Ageng Tirtayasa memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Saat itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten,” tulis Dinas Sosial Banten.

Alih-alih tunduk kepada VOC, Sultan memilih menjadi pemimpin perjuangan melawan penjajah dari daerah Banten. Sultan menolak perjanjian monopoli dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka.

Di bidang ekonomi, Sultan Ageng Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah baru dan mengembangkan irigasi. Sultan ingin menjadikan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar.

Untuk urusan agama, Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat Sultan. Dengan segala yang dilakukan Sultan untuk rakyatnya, penjajah masih bisa masuk dan mempengaruhi keluarga kerajaan.

VOC turun tangan ketika terjadi perselisihan antara putra Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu Sultan Haji dan Pangeran Purbaya. Para penjajah bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Pemimpin perjuangan dari daerah Banten meninggal pada tahun 1683 dan dimakamkan di Masjid Banten. Sultan Ageng Tirtayasan membuktikan bahwa darah biru tidak membuatnya jauh dari rakyat. Dia tidak buta terhadap penderitaan rakyat dan ingin membuat kehidupan warganya lebih baik.

Sultan Ageng Tirtayasa yang lahir pada tahun 1631 adalah putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad dan Rau Martakusuma. Ketika ayahnya meninggal, Sultan diangkat menjadi Sultan Muda dengan gelar Pangeran Rau atau Pangeran Dipati. Setelah kakeknya meninggal, ia resmi menjadi Sultan dengan gelar Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah.

Semoga artikel tentang Sultan Ageng Tirtayasa sebagai pemimpin perjuangan melawan penjajah dari daerah Banten ini dapat menginspirasi anda semua.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250