Penjelasan Jaksa KPK soal Beda Jumlah Kerugian Negara RJ Lino

  • Whatsapp
 JPU KPK, Wawan Yunarwanto menjelaskan, terdapat selisih total kerugian negara dalam kasus RJ Lino dalam kasus pengadaan 3 unit Quayside Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.
banner 300x250

Havana88 –   JPU KPK, Wawan Yunarwanto menjelaskan, terdapat selisih total kerugian negara dalam kasus RJ Lino dalam kasus pengadaan 3 unit Quayside Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.

Dalam proses penyidikan saat itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan kerugian negara dalam kasus ini sebesar USD 22.828,94 atau sekitar Rp. 328.814.512 dalam pemeliharaan tiga unit QCC. Namun dalam surat dakwaan, JPU KPK menyatakan kerugian dalam kasus ini sebesar USD 1.997.740,23.

“Jadi dalam dakwaan kami ada 2 komponen, komponen kerugian negara yang dilakukan BPK yang kemarin USD 22 ribu, dan juga yang dihitung oleh akuntan forensik KPK,” kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2021).

Dua komponen yang dimaksud Wawan adalah komponen pemeliharaan dan pengadaan. Wawan menjelaskan, total kerugian negara sebesar USD 22.828 dihitung oleh BPK dari sisi pemeliharaan, sedangkan sisanya dari sisi pengadaan dihitung oleh KPK sendiri.

“Jadi ada 2 komponen pengadaan dan pemeliharaan, yang dikeluarkan oleh BPK pemeliharaan, sedangkan dari kami pengadaannya,” jelas Wawan.

Diketahui RJ Lino dijerat pasal korupsi proyek pengadaan dan pemeliharaan 3 Quayside Container Crane (QCC) di PT Pelindo II. RJ Lino didakwa memperkaya diri sendiri sebesar USD1.997.740,23.

Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya China Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co Ltd (HDHM) sebesar USD 1.997.740,23 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara cq PT Pelindo II (Persero) sebesar USD 1.997.740,23,” kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto.

JPU mengatakan, hasil kerugian negara terkait pengadaan 3 unit QCC di PT Pelindo II tahun 2010 diperoleh dari perhitungan Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi dan Analisis Korupsi KPK dan laporan hasil pemeriksaan penyidik dalam rangka perhitungan kerugian negara pada Pengadaan QCC 2010 di PT Pelindo II dan instansi terkait. lainnya di Jakarta, Lampung, Palembang dan Pontianak.

Sementara itu, dalam proses penahanan RJ Lino, Alexander mengatakan kerugian negara terkait kasus ini adalah USD 22.828,94 atau sekitar Rp. 328.814.51. Hal itu diungkapkan Alex saat KPK resmi menahan RJ Lino setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2015.

Bahwa selain dari perbuatan tersangka RJ Lino, KPK juga telah memperoleh data dugaan kerugian finansial dalam pemeliharaan tiga unit QCC sebesar USD 22.828,94. Sedangkan untuk pembangunan dan penyerahan barang untuk ketiga unit QCC tersebut, BPK melakukan tidak menghitung kerugian negara secara pasti karena tidak didapatkan bukti pengeluaran riil HDHM untuk pembangunan dan penyerahan tiga unit QCC, seperti halnya surat BPK tanggal 20 Oktober 2020 perihal penyampaian laporan hasil pemeriksaan penyidikan. dalam rangka penghitungan kerugian negara atas pengadaan quayside container crane (QCC) tahun 2010 di PT Pelabuhan Indonesia II,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (26/3).

banner 300x250

Related posts

banner 300x250