Polisi Menangkap 24 Orang Karena Melakukan Kekerasan Dan Penjarahan Di Blora

  • Whatsapp
Polisi menangkap 24 orang karena kedapatan membagikan selebaran yang menyerukan kekerasan dan penjarahan di Blora, Jawa Tengah. Setelah diperiksa, 24 orang tersebut dibebaskan hari ini dengan syarat harus melapor.
banner 300x250

Havana88 –  Polisi menangkap 24 orang karena kedapatan membagikan selebaran yang menyerukan kekerasan dan penjarahan di Blora, Jawa Tengah. Setelah diperiksa, 24 orang tersebut dibebaskan hari ini dengan syarat harus melapor.

“Setelah kami melakukan penyelidikan, 24 orang ini salah paham. Artinya, mereka memiliki anggapan bahwa semua aset negara berupa sumber daya alam berupa pertanian, kehutanan, pertambangan adalah milik nenek moyang mereka,” kata Polres Blora. Ketua AKBP Wiraga Dimas Tama saat konferensi. pers di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021).

Read More

“Oleh karena itu, berdasarkan pertimbangan yang ada, kami memberikan arahan dan kami melepaskan mereka dengan surat absensi wajib dan kami akan memantau perkembangannya,” lanjutnya.

Wiraga mengatakan bahwa ide-ide yang dipegang oleh 24 orang itu mereka tuangkan dalam selebaran untuk melakukan kekerasan dan penjarahan di Blora. Sedangkan terkait senjata seperti bom, senapan, dan granat seperti yang ada di pamflet tidak ditemukan.

“Dalam pamflet Jawa tentang senjata-senjata tersebut di atas, intinya saat melakukan tindakan jangan takut dengan senjata seperti bom, senapan dan granat, bukan karena mereka memiliki senjata seperti itu. Mereka petani wutun murni, jangan’ Tidak punya senjata seperti itu. Mereka hanya salah paham, lalu kita bangun dan kembalikan ke masyarakat lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arif Rahman menambahkan, setelah berkoordinasi dengan forkopimda 24 orang terkait provokasi tersebut merupakan warga Blora. Dia akan memperbaiki kesalahpahaman yang dipegang oleh puluhan orang.

“Mereka telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia dan Pemkab Blora. Kita ajak mereka bersama, kita dampingi dan mari kita bersama-sama membangun dan memajukan Blora,” jelas Arif.

Pengakuan Otak Dibalik Undangan Provokasi
Pada saat yang sama, dalang di balik keributan ini, Samijo, telah mengakui kesalahannya. Dia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Saya mohon maaf kepada negara, Bapak Presiden, Bupati, Kapolri, Dandim serta seluruh masyarakat atas perbuatan dan kesalahan saya. Dan semoga virus Corona ini segera hilang,” kata Samijo dalam bahasa Jawa.

Selain dibebaskan, 24 orang yang ditangkap terkait selebaran yang menyerukan kekerasan dan penjarahan juga diberikan bantuan sembako. Mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Sebelumnya, dilaporkan polisi telah menangkap 24 orang karena menyebarkan selebaran yang menyerukan kekerasan dan penjarahan di Blora. Motif para pelaku adalah meminta ‘jatah’ dari pemilik usaha.

“Motif sebenarnya adalah untuk memperhatikan dan meminta jatah pemilik usaha seperti dealer sepeda motor, mobil, supermarket dan pabrik,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250