Polisi Menangkap Penjual Obat COVID-19,Harga Eceran Termahal Di Sumatra Utara

  • Whatsapp
Polisi menangkap dua orang yang menjual 'obat' pasien COVID-19 dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
banner 300x250

Havana88 –  Polisi menangkap dua orang yang menjual ‘obat’ pasien COVID-19 dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kedua orang tersebut merupakan pemilik dan karyawan sebuah apotek di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Dua pelaku yang ditangkap adalah pemilik dan pegawai apotek berinisial RB dan LN,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang, Kompol M Firdaus, seperti dilansir Antara, Jumat (16/7/). 2021).

Read More

Ia mengatakan, razia tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang menyebutkan apotek tersebut menjual obat-obatan dengan harga tinggi. Firdaus mengatakan apotek tersebut menjual Azitromisin Dihidrat 500 Mg dengan harga Rp. 80 ribu, dari yang seharusnya Rp. 17 ribu sesuai peraturan Kemenkes.

“Dari hasil interogasi, para pelaku menjual narkoba dengan harga tinggi untuk mencari keuntungan,” katanya.

Polisi telah membawa kedua pelaku ke Polsek Deli Serdang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar dan atau Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar, ” dia berkata.

Tidak ada obat untuk COVID-19
Tidak ada obat yang secara khusus dinyatakan sebagai obat untuk pasien Corona. Namun, ada sejumlah obat yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi gejala pada pasien Corona.

WHO merekomendasikan penggunaan obat arthritis Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi untuk pasien COVID-19. Data dari sekitar 11.000 pasien menunjukkan bahwa kedua obat tersebut mampu mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis.

“Kami telah memperbarui pedoman perawatan klinis kami untuk mencerminkan perkembangan terbaru,” kata pejabat itu Janet Diaz WHO Health Emergency dikutip Channel News Asia, Rabu (7/7).

Data tersebut berasal dari penelitian WHO yang dilakukan bersama King’s College London, University of Bristol, University College London, dan Guy’s and St Thomas NHS Foundation Trust.

Penjelasan terkait obat yang sudah beredar dan disebut sebagai ‘obat’ untuk pasien COVID-19 bisa dilihat di sini.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250