Polresta Solo menunjukkan barang bukti kasus prostitusi anak di bawah umur

  • Whatsapp
Polresta Solo menunjukkan barang bukti kasus prostitusi anak di bawah umur
banner 300x250

Havana88detik – Polda Solo mengungkap jaringan prostitusi bagi anak di bawah umur. Sebanyak tiga tersangka yang berperan sebagai mucikari berhasil diamankan.
Ketiga tersangka tersebut adalah L (33), WES (21) dan DAH (20). Kapolres Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, pembongkaran kasus prostitusi di bawah umur bermula dari adanya informasi elektronik yang mengandung konten asusila.

“Setelah dilakukan penyidikan, diketahui tersangka menawarkan jasa ketiga korban di bawah umur melalui media sosial Facebook,” kata Ade saat merilis kasus di Mabes Polri, Rabu (10/3/2021).

Read More

Tersangka L, lanjut Ade, menawarkan kepada korban ND (15), D (16), dan R (16) melalui akun Facebooknya. Selanjutnya yang berminat akan diberikan nomor WA untuk melakukan pemesanan.

“Tersangka L selanjutnya akan mengirimkan foto korban ke pelanggannya,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan bahwa hubungan antara korban dan tersangka berawal dari pertemanan di media sosial, yang kemudian tersangka mengeksploitasi korban untuk bisnis prostitusi anak.

Selain L, ada tersangka lain WES dan DAH yang berperan dalam mengantarkan para korban ke hotel saat pelanggan memesan.

“Dari pengakuan tersangka mereka sudah mulai menawarkan korban sejak akhir tahun 2020, tapi nanti akan kita kembangkan lagi. Termasuk ada juga korban lain yang ditawarkan,” ujarnya.

Selain tersangka, Ade menambahkan, ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Diantaranya, uang sebesar Rp. 1.080,00, sejumlah handphone, dua unit sepeda motor, alat kontrasepsi dan barang bukti lainnya.

Ketiganya dijerat Pasal 76 I juncto Pasal 88 UURI nomor 35 tahun 201 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ucapnya.

Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 200 juta.

Sementara itu, salah satu tersangka L membantah disebut-sebut sebagai pihak yang berinisiatif menawarkan korban ke jaringan prostitusi anak. “Merekalah (korban) yang meminta bantuan untuk mencari pelanggan,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250