Raffi Ahmad dan Ari Lasso Membantah Buka Jasa Endorse Saham

  • Whatsapp
Raffi Ahmad dan Ari Lasso Membantah Buka Jasa Endorse Saham
banner 300x250

Havana88detikRaffi Ahmad dan Ari Lasso membantah didukung oleh PT M Cash Integration Tbk untuk mempromosikan saham perusahaan berkode MCAS tersebut. Selain itu, bisakah influencer membuka layanan endorsement saham sebagai peluang bisnis?
Jawabannya ternyata tidak semudah itu. Pertama, jika mereka ingin menjadikannya bisnis yang menghasilkan uang, ada aturan main yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

“Dalam hal merekomendasikan saham, jika menerima pembayaran tentu harus mengikuti aturan otoritas terkait menjadi penasihat investasi. Jadi, jika memberi nasihat dengan mengutip dana tertentu, harus mengikuti aturan otoritas, memiliki izin sebagai penasehat investasi. penasihat investasi, “kata Pengamat Saham dan Direktur Anugerah. Mega Investama Hans Kwee saat dihubungi detik.com, Rabu (6/1/2021).

Read More

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo juga mengingatkan para influencer akan rambu-rambu yang ada jika ingin ‘menjual’.

“Jadi kita perlu memberitahu mereka tentang” sale “ini. Jangan sampai mereka melanggar (karena mereka belum tahu). Dan definisi jualnya agak abu-abu,” ujarnya kepada wartawan.

Pakar pemasaran Yuswohady juga mengatakan dukungan saham sangat berbeda dengan dukungan produk konsumen. Oleh karena itu, ada risiko dari endorsemen saham.

“Jadi ini sebenarnya pekerjaan manajer investasi atau analis saham. Jadi berbeda dengan saham biasa, beda karena saham (nilai) berfluktuasi, dan yang terpenting karena fundamental perusahaan, fundamental perusahaan. . analisisnya bukan main-main, ”ujarnya.

Bahkan mereka yang berprofesi di profesi ini harus mampu menganalisa fundamental perusahaan saat ini dan masa depan. Tentu saja, influencer yang tidak memiliki pengetahuan itu bisa menimbulkan risiko.

“Yang terjadi tiba-tiba adalah influencer sok seperti manajer investasi. Bisa blunder bagi investor, bisa juga blunder pada artis atau influencer,” ujarnya.

Jika demikian, pengikut influencer di media sosial yang mengikuti rekomendasinya mungkin akan menggugat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Sayang sekali, misalnya yang membeli adalah pengikut, pengikut Raffi Ahmad. Marah sama Raffi Ahmad,” jelasnya.

“Nah, influencer itu tidak memiliki pengetahuan itu, lho. Jadi berdasarkan pengalamannya, ‘Saya sudah membelinya selama 2 bulan-3 bulan (naik) 20%.’ Ya, mungkin influencernya tidak salah karena dia bicara berdasarkan fakta, ini terlepas dari dibayar atau tidak, lho, ”ucapnya.

Dia juga menyarankan influencer untuk lebih berhati-hati ketika ingin berbicara tentang saham, terutama saat merekomendasikannya.

“Misalnya perusahaannya tidak tepat atau manajemennya kurang baik, ternyata nanti April nanti laporan keuangan perusahaan tidak untung, lalu harganya turun, orang merelakan semua sahamnya berarti sahamnya juga ikut jatuh. Sebab Misalnya sekarang untung 20%, nanti April nanti kalau laporan keuangan diumumkan turun 50%, artinya rugi, ”imbuhnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250