Relawan Malaysia Kubur Secara Muslim Korban Covid-19

  • Whatsapp
Relawan Malaysia Kubur Secara Muslim Korban Covid-19
banner 300x250

Havana88 – Mendengar kabar duka bahwa kerabat terdekat mereka meninggal dunia akibat Covid-19, banyak keluarga Muslim di Malaysia yang merasa kehilangan.

Sekelompok relawan membantu mereka untuk mengadakan pemakaman yang layak. Adalah kelompok Regu Pengelola Pemakaman Malaysia (SPJM).

Read More

Mereka tergerak ketika melihat banyak keluarga muslim yang tidak tahu harus berbuat apa sementara mereka masih shock mendengar kabar bahwa kerabat mereka telah meninggal karena Covid-19.

“Pada kenyataannya masyarakat sudah terlalu sedih serta patah hati karena kehilangan orang yang disayangi. Mereka bahkan tidak bisa berpikir untuk memanggil kuburan untuk melihat ketersediaan, apalagi untuk mengetahui prosedur yang benar,” kata Kepala SPJM, Muhammad.

Rafieudin Zainal Rasid, kepada Channel NewsAsia. Muhammad sebenarnya sudah mendirikan SPJM lima tahun lalu. Namun, situasi pandemi saat ini membuat SPJM bekerja lebih keras. Sebelum pandemi, SPJM biasanya menguburkan rata-rata tiga jenazah per hari.

Tapi sekarang, mereka bisa mengubur lebih dari lima mayat sehari. Tidak sembarangan, SPJM hanya bisa menunggu pihak keluarga menghubungi mereka agar tidak mengganggu suasana hati orang yang berduka.

Saat dihubungi, mereka hanya mencari berbagai informasi. Mereka juga akan mengurus surat laporan ke polisi, menghubungi pihak pemakaman, dan mengajukan izin penggalian makam. Tim SPJM juga akan mengurus semuanya bersama pihak rumah sakit untuk proses pemindahan jenazah ke tempat pemakaman.

Muhammad menuturkan bahwa pihaknya tidak mengizinkan keluarga berada di kuburan karena risiko Covid-19. Tapi terkadang ada keluarga yang memaksa. Akhirnya pihaknya mengizinkan yang sehat datang.

Di atas kertas, proses ini tidak terlihat terlalu rumit. Namun, ternyata SPJM seringkali membutuhkan usaha ekstra untuk mencari tanah kuburan. Di kawasan Lembah Klang, misalnya, hanya ada sekitar 40 situs pemakaman Muslim. Dari jumlah tersebut, hanya delapan yang menerima jenazah Covid, dengan kuota harian yang terbatas.

Muhammad juga menjelaskan jika sudah memenuhi kuota hari itu, pihak pengelola tidak akan menerima permintaan penguburan lagi dan kami harus menghubungi pemakaman lain. Jika tidak semua, kami harus menunggu keesokan harinya.

Masalah muncul karena proses pemakaman umat Islam harus dilakukan dalam waktu 24 jam setelah kematian. Muhammad sebenarnya mencoba berbicara dengan manajemen pemakaman, tetapi tidak berhasil.

“Meski sudah kami minta pertimbangan ulang karena pandemi, tetap saja tidak ada perubahan,” katanya.

Tak hanya umat Islam, pemakaman Kristen dan Buddha di Malaysia juga kewalahan dengan peningkatan kematian akibat Covid-19. Seperti dilansir Associated Press, tempat pemakaman ini terus mengubur jenazah korban Covid.

Meski kasus harian Covid-19 di Malaysia menurun, situasi pandemi masih kritis. Saat ini, bed occupancy rate (BOR) di ICU Malaysia untuk pasien Covid-19 saja sudah mencapai 104 persen.

Kasus virus corona di Malaysia saat ini mencapai 639.562 infeksi dan 556.030 pasien telah sembuh.

Berdasarkan data Worldometer, hingga Jumat (11/6), negara berpenduduk 32 juta jiwa itu mencatat 3.684 kematian akibat Covid-19. Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, memperingatkan negara tetangga untuk bersiap untuk yang terburuk.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250