Risma Kaget Dengan Anggaran Perbaikan Sebesar 1,3 T

  • Whatsapp
Mensos baru Tri Rismaharini mempermasalahkan anggaran perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial yang jumlahnya Rp1,3 triliun.
banner 300x250

Havana88detik – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku kaget dengan anggaran Rp1,3 triliun yang digunakan untuk menyempurnakan Data Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS) pada 2021. Menurut dia, anggaran itu terlalu besar dan tidak efisien.

Padahal, menurutnya, perbaikan data bisa dilakukan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, apalagi hingga triliunan.

Read More

“Jadi mari kita pikirkan bagaimana kita bisa mengevaluasi data secara efisien. Selebihnya kita bisa bantu orang lain,” kata Risma di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Namun alokasi anggaran untuk pemutakhiran DTKS sebesar Rp1,3 triliun tidak muncul secara tiba-tiba. Awalnya anggaran untuk program tersebut hanya Rp. 425 miliar pada 2021. Namun, dalam rapat gabungan dengan Komisi VIII Juli lalu, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengusulkan tambahan anggaran Rp. 875 miliar.

“Saya minta program keluarga harapan (PKH) dan kartu sembako diverifikasi dan divalidasi ulang, apakah 10 juta PKH dan 15 juta untuk penerima kartu sembako masih layak,” jelas Juliari.

Menurut Juliari, jika anggaran yang diberikan hanya Rp. 425 miliar, Kementerian Sosial hanya mampu memverifikasi dan memvalidasi 12 juta rumah tangga di 32 provinsi. Ini tidak termasuk Papua dan Papua Barat.

Ia baru yakin bisa melakukan verifikasi dan validasi untuk seluruh DTKS dan 514 kabupaten / kota di 34 provinsi setelah anggaran ditingkatkan menjadi Rp1,3 triliun.

Dengan anggaran tersebut, lanjut Juliari, cakupan DTKS juga akan ditingkatkan dari 40 persen menjadi 60 persen atau sebanyak 42,88 juta rumah tangga.

“Supaya lebih banyak database yang kita miliki untuk keluarga dengan pendapatan paling rendah,” jelasnya.

Dalam rapat terakhir dengan Komisi VIII pada 23 September 2020, sebelum ditahan KPK, Juliari mengatakan anggaran pemutakhiran DTKS juga akan mencakup 109,6 juta orang.

“Dalam satu keluarga ada sekitar 42 juta keluarga, artinya ada peningkatan 29 juta keluarga dari yang ada di DTKS,” kata Juliari.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250