Sampah Menumpuk di Bantar Gebang, DKI Telah Membangun 4 TPA

  • Whatsapp
Ilustrasi TPST Bantar Gebang, Bekasi
banner 300x250

Havana88detik – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun empat Fasilitas Pengelolaan Sampah Menengah (FPSA) di dalam kota untuk mengurangi lonjakan pembuangan sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

Plt. Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, FPSA atau bisa disebut Intermediate Treatment Facility (ITF) masing-masing akan dibangun untuk wilayah Barat, Timur, Selatan dan Utara.

Read More

“Pengolahan dan pemanfaatan sampah di berbagai daerah diharapkan menjadi salah satu solusi volume sampah di TPST Bantar Gebang,” kata Syarip dalam keterangannya, Jumat (13/3).

ITF merupakan program Pemerintah Provinsi DKI yang direncanakan sejak 2018. Namun, salah satu program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 belum terealisasi.

Pada 2018, ITF rencananya akan dibangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara. ITF merupakan teknologi pengolahan sampah yang dapat diubah menjadi listrik.

Selain mampu mengurangi daya buangan sampah di ibu kota, kata Syarip, ITF merupakan metode pengolahan sampah yang berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Di Barat, kata dia, ITF akan mengolah sampah hingga 2.000 ton per hari dengan efisiensi hingga 80%.

Kemudian di kawasan Tenggara, ia memperkirakan dengan ITF mampu mereduksi sampah hingga 70-90%. Sedangkan khusus untuk kawasan Sunter sebagai sentra, ITF ditargetkan mampu mereduksi sampah sebanyak 2.200 ton per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 35 Mega Watt.

“Proyek ini juga bisa menjadi upaya pemanfaatan sampah menjadi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat Jakarta,” ucapnya.

Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, kata Syarip, terus mencatat kenaikan sampah harian yang dikirim DKI ke TPST Bantar Gebang dari tahun ke tahun. Pada 2014, Jakarta mengirimkan sampah sebanyak 5.665 ton per hari. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 7.424 ton pada tahun 2020.

Komposisi sampah di DKI Jakarta didominasi masing-masing oleh sisa makanan (53%), plastik (9%), residu (8%), kertas (7%), dan lain-lain.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250