Sejarah Kelam BLBI Sampai Aksi Sita Aset Oleh Pemerintah

  • Whatsapp
Pemerintah telah melakukan penguasaan fisik atas aset obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) berupa 49 bidang tanah seluas 5.291.100 m2.
banner 300x250

Havana88 –  Pemerintah telah melakukan penguasaan fisik atas aset obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) berupa 49 bidang tanah seluas 5.291.100 m2. Lokasinya tersebar di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.

Secara rinci, 44 bidang tanah dengan luas 251.992 m2 terletak di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang. Di Medan 3.295 m2, di Pekanbaru 15.785 m2 dan 15.708 m2, dan di Bogor 2.013.060 m2 dan 2.991.360 m2.

Read More

Di sisi lain, pemerintah masih mengejar 48 obligor dan debitur untuk melunasi utang negara sebesar Rp 110,45 triliun. Keseriusan pemerintah dalam memulihkan aset negara tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Gugus Tugas Penanganan Hak Penagihan Dana BLBI yang ditandatangani pada 6 April 2021.

Dalam kronologi awal, utang BLBI merupakan kasus masa lalu, yakni warisan krisis moneter 1997-1998. Saat itu, krisis berdampak pada sektor perbankan.

“Banyak bank mengalami kesulitan dan pemerintah terpaksa melakukan apa yang disebut penjaminan kepada seluruh bank Indonesia saat itu,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Jumat (28/7/2021) kemarin.

Sri Mulyani menjelaskan, saat itu banyak bank yang tutup, diakuisisi, atau merger dengan perusahaan lain. Dalam kondisi itu, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) membantu dengan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan.

“Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, BI memberikan apa yang disebut dengan bantuan likuiditas kepada bank-bank yang mengalami kesulitan,” jelasnya.

Bantuan likuiditas tersebut, lanjutnya, dibiayai melalui Surat Utang Negara (SUN) yang masih berada di tangan BI. Selama 22 tahun, pemerintah dikatakan menanggung beban membayar utang, baik pokok maupun bunganya hingga kini.

“Kalau dihitung 22 tahun, kita bisa mengeluarkan bunga sampai 10 persen dulu. Sekarang suku bunga mungkin sudah mulai turun, tapi tetap saja tabungan luar biasa yang harus kita bayar kembali,” tambahnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mengejar aset obligor dan debitur BLBI untuk melunasi kewajibannya. Tidak hanya aset dalam negeri, tetapi juga aset yang berada di luar negeri.

“Pemilik bank dan debitur harus mengembalikan dananya. Itu yang kita sebut RUU program BLBI akibat krisis keuangan 1997-1998,” jelasnya.

Satgas BLBI telah memanggil 48 debitur dan obligor untuk mengembalikan kewajibannya kepada negara. Salah satunya adalah putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto.
Tommy dipanggil atas nama manajemen PT Timor Putra Nasional. Satgas BLBI mengatakan utangnya ke negara mencapai Rp 2,6 triliun.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan terus menghubungi obligor dan debitur kepada keturunannya. Pasalnya, sebagian bisnis obligor dan debitur mungkin telah dialihkan kepada anak atau cucunya.

“Saya berharap para obligor dan debitur mohon memenuhi semua panggilan dan mari segera lunasi obligasi atau kewajiban Anda yang semuanya berusia 22 tahun, merupakan kewajiban yang belum lunas,” pintanya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250