Sekum PP Muhammadiyah Menyerukan Kewaspadaan Terkait Politikus Ikan Lele

  • Whatsapp
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta kewaspadaan terhadap 'politisi lele'. Partai Golkar menilai pernyataan ini harus menjadi bahan introspeksi semua politisi.
banner 300x250

Havana88 –  Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti meminta kewaspadaan terhadap ‘politisi lele’. Partai Golkar menilai pernyataan ini harus menjadi bahan introspeksi semua politisi.

“Apa yang disampaikan Prof Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah, menjadi bahan introspeksi bagi kita semua, termasuk para politisi, saat menghadapi pandemi COVID-19,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Read More

Ace menilai politisi lele itu merupakan imbauan yang rasional secara moral saat ini. Sebab, menurut dia, masih ada beberapa pihak yang memanfaatkan momen pandemi untuk kepentingan pribadi.

“Ini bagian dari seruan moral agar kita memiliki sikap rasional, objektif, dan ikhlas dalam menghadapi pandemi COVID-19, jangan kita gunakan untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VIII meminta semua pihak menjauhi sikap yang memicu perpecahan. Namun harus memiliki narasi yang optimis dan memberikan solusi kepada pemerintah.

“Pesan moralnya jelas bahwa kita tidak boleh memanfaatkan pandemi ini dengan mengaburkan suasana melalui narasi-narasi yang optimis, berorientasi pada solusi, dan memenangkan masyarakat. Bukan dengan menyebarkan berita hoax dan memanaskan suasana sehingga kekebalan kita akan meningkat. menurun,” ujarnya.

“Penanganan pandemi COVID-19 membutuhkan kerja sama, baik pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen lainnya agar pandemi ini segera berakhir,” lanjut Ace.

Sebelumnya, politisi lele ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Ia mengutip istilah dari Buya Syafi’I Ma’arif.

“Saya katakan para politisi ini tidak selalu mereka yang menjadi pengurus partai politik, tetapi orang-orang yang pikirannya selalu mengaitkan berbagai situasi dengan politik, berbagai isu dipolitisasi,” kata Mu’ti.

“Politisi lele adalah politikus yang airnya semakin keruh, semakin dia menikmati hidupnya, makanya sekarang banyak orang yang mencoba memancing di air keruh dan banyak orang yang tidak hanya memancing di air keruh tapi juga membuat suasana mendung, “lanjut Mu’ti.

Mu’ti menjelaskan bahwa politisi lele adalah partisan dan menggunakan popularitas mereka sebagai buzzer. Di setiap kelompok partisan ini, Mu’ti menduga selalu ada oknum yang berperan sebagai politisi ikan lele.

“Misalnya banyak yang mengaitkannya dengan teori konspirasi yang mengatakan bahwa COVID ini buatan China, dan ini cara China melumpuhkan Indonesia dan sebagainya. Saya kira kita tidak bisa membenarkan pandangan spekulatif ini tapi juga beredar di masyarakat. Sehingga dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, ada kelompok tertentu yang saya pinjam istilahnya Buya Syafii Ma’arif, seperti politisi ikan lele,” jelas Mu’ti.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250