Tangani Tumpahan Minyak Di Laut Aceh, Pertamina Kerahkan 13 Kapal

  • Whatsapp
Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menerima laporan dari nelayan bahwa terjadi tumpahan minyak di perairan Selat Malaka lepas pantai Kec. Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur,
banner 300x250

Havana88 –  Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menerima laporan dari nelayan bahwa terjadi tumpahan minyak di perairan Selat Malaka lepas pantai Kec. Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. PEP Pangkalan Susu juga menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sejak menerima laporan tersebut, Tim Penanggulangan Darurat (PKD) Pertamina EP Lapangan Pangkalan Susu langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dan secara paralel berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah-langkah penanganan keberadaan lapisan tipis minyak tersebut,” ujar Senior Manager Relations Pertamina Subholding Hulu Regional Sumatera, Yudy Nugraha, dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Read More

Yudy menambahkan, sejak menerima laporan pada 8 Agustus lalu, tim PKD telah melakukan penanganan antara lain pengecekan lokasi, pemetaan sebaran lapisan tipis minyak, dan pencarian sumber munculnya gelembung gas.

“PEP Pangkalan Susu telah melakukan investigasi dan menemukan indikasi adanya gelembung gas yang berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang terletak sekitar 30 mil laut dari pantai Kabupaten Kuala Idi yang sebelumnya dikelola oleh TAC (Technical Assistance Contract) Blue Sky dan telah tutup sejak November 2017,” tambah Yudy.

PEP Pangkalan Susu hingga saat ini telah mengerahkan 13 kapal untuk membersihkan kemilau minyak menggunakan oil boom (alat untuk melokalisasi distribusi film minyak dalam air) dan oil skimmer (alat untuk memisahkan minyak dalam air). Selain itu, ROV (Remotely Operated Vehicle) juga telah digunakan untuk melihat penyebab munculnya gelembung gas di bawah laut.

Lebih lanjut Yudy menambahkan, langkah telah dilakukan untuk menghentikan gelembung gas dan membersihkan lapisan tipis minyak di sekitar area sumur H-4 Langsa Offshore.

“Saat ini penanganannya sedang berlangsung dan dilakukan secara cepat dan intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja,” kata Yudy.

Meski sudah ditangani, lanjut Yudy, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui udara dan satelit mengikuti Model Tumpahan Minyak, serta melakukan pengecekan langsung di pesisir.

“Hingga hari ini lapisan tipis minyak tidak masuk ke daratan dan berhasil dilokalisasi,” tambah Yudy.

Selain itu, PEP Pangkalan Susu juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan Ditjen Migas, SKK Migas, BPMA, Lanal Lhokseumawe, KKP Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Utara dan Kota Langsa, DLHK Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Utara dan Kota Langsa, KSOP Langsa dan Lhokseumawe, Disnav Belawan dan Sabang serta pemangku kepentingan lainnya. Termasuk menjalin kerjasama dengan pihak eksternal yang memiliki kapabilitas untuk menangani hal tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Asrizal Asnawi mengaku telah menerima laporan adanya tumpahan minyak di perairan Langsa, Aceh. Tumpahan itu diperkirakan terjadi hampir sebulan lalu.
“SKK Migas, Menteri ESDM, dan PT Pertamina segera melokalisasi dampak sebelum semakin besar yang dapat mengganggu aktivitas nelayan karena biota laut, ikan, dan terumbu karang tercemar,” kata Asrizal dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (1/9).

Asrizal mengaku mendapat informasi tentang tumpahan minyak dari aktivis lingkungan dan nelayan di Langsa. Ia mengatakan, gelembung minyak di sana sudah terlihat sejak 6 Agustus lalu.

Dia menduga gelembung minyak mentah muncul dari salah satu sumur minyak di daerah itu. Menurutnya, tumpahan minyak mulai mengganggu nelayan saat menangkap ikan.

Dia meminta Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi (BPMA) Aceh dan pemerintah Aceh mengawasi penanganan tumpahan minyak tersebut.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250