Terancam Digusur, Warga Palestina Di Sheikh Jarrah Ditawari Kompromi

  • Whatsapp
Sidang di Mahkamah Agung Israel pada Senin (2/8), tidak menghasilkan keputusan akhir, tetapi menawarkan kompromi bagi pengungsi Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem. Menurut tawaran itu, pengadilan akan memberikan "status perlindungan" kepada warga Palestina terhadap penggusuran di "tahun-tahun mendatang."
banner 300x250

Havana88 –   Sidang di Mahkamah Agung Israel pada Senin (2/8), tidak menghasilkan keputusan akhir, tetapi menawarkan kompromi bagi pengungsi Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem. Menurut tawaran itu, pengadilan akan memberikan “status perlindungan” kepada warga Palestina terhadap penggusuran di “tahun-tahun mendatang.”

Sebaliknya, mereka harus menyerahkan kepemilikan organisasi pemukim, Nahalat Shimon, lapor harian Haaretz.

Read More

Kasus penggusuran keluarga pengungsi Palestina di Sheikh Jarrah memicu gelombang pertumpahan darah terbaru di Israel Mei lalu. Kerusuhan tidak hanya meletus di daerah padat penduduk, tetapi juga menyebar ke Masjid al-Aqsha, di mana polisi menyerbu masuk dan merusak bagian dalam masjid.

Sejauh ini pihak Palestina atau Nahalat Shimon belum menyetujui tawaran kompromi dari Mahkamah Agung. Pengacara keluarga Palestina meminta waktu seminggu untuk mengumpulkan nama-nama semua warga yang harus mendapat status perlindungan.

Hingga berita ini diturunkan, pengadilan masih membahas banding yang diajukan oleh warga Palestina, tanpa ada penyelesaian terkait kompromi.

“Pengadilan memiliki hak untuk mengizinkan kami mengajukan banding,” kata Sami Irshaid, pengacara keluarga Palestina, kepada AFP. Dia mengatakan “sangat tidak mungkin” bahwa sidang Senin akan menghasilkan keputusan akhir.

Masalah lintas generasi

Sebelumnya, dua pengadilan yang lebih rendah telah memutuskan bahwa kepemilikan rumah berada di tangan organisasi Yahudi, yang mengklaim telah membeli tanah sebelum pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Keluarga Palestina yang menempati rumah tersebut adalah pengungsi yang diusir. dari wilayah yang diduduki Israel.

Pada tahun 1956, ketika Yordania mengambil alih Yerusalem Timur, pemerintah di Amman memindahkan para pengungsi ke Sheikh Jarrah, berjanji untuk mengeluarkan dokumen kepemilikan resmi. Namun sesaat sebelum sertifikat itu dikeluarkan, Israel mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1967, dan pada saat yang sama meniadakan hak-hak pengungsi.

Dalam persidangan di Mahkamah Agung, para pengacara keluarga Palestina berargumen bahwa pengalihan kepemilikan dari Yordania ke keluarga Palestina digagalkan oleh Perang Enam Hari yang dilancarkan Israel.

Konflik kepemilikan tanah di Palestina meningkat ketika pada tahun 1970, Israel mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan orang Yahudi untuk merebut kembali tanah yang hilang pada tahun 1948, bahkan jika itu sudah diduduki oleh orang Palestina. Hak serupa tidak berlaku untuk warga Palestina.

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel, Ir Amim, saat ini lebih dari 1.000 warga Palestina di Sheikh Jarrah dan Silwan berisiko kehilangan rumah karena diklaim oleh organisasi pemukim Yahudi

banner 300x250

Related posts

banner 300x250