Tradisi Menolak Bala Yang Dilakukan Menjelang Hajatan Di Banten

  • Whatsapp
Beragamnya tradisi Indonesia yang membuat kaya raya, Banten misalnya. Ada tradisi menolak bala yang dilakukan sebelum perayaan.
banner 300x250

Havana88 –   Beragamnya tradisi Indonesia yang membuat kaya raya, Banten misalnya. Ada tradisi menolak bala yang dilakukan sebelum perayaan.

Banten selalu memiliki berbagai kesenian tradisional yang menarik untuk dipelajari. Tidak hanya terkenal dengan debutnya, berbagai kesenian tradisional lainnya juga sering ditampilkan oleh masyarakat, salah satunya adalah kesenian yang bernama Alamadad.

Read More

Kesenian alamadad sendiri masih dilestarikan oleh warga di Masjid Kampung Kahang, Desa Kadudodol, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten. Penduduk desa percaya bahwa jika tradisi ini tidak dilakukan sebelum mengadakan hajatan, maka akan terjadi musibah yang menimpa pemilik niat tersebut.

“Kesenian ini sudah turun temurun dari orang tua kita dulu. Apa yang diwarisi dari orang tua harus kita laksanakan, jika tidak maka tidak akan berdampak apa-apa,” kata Acang, salah satu pengelola kesenian Alamadan di Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten saat berbincang dengan wartawan di padepokan, Sabtu (14/8/2021).

Pernyataan Acang memang terdengar sangat aneh dan mustahil di era sekarang ini. Namun percaya atau tidak, sejumlah warga di kampungnya yang tidak mengindahkan tradisi Alamadad ini mengalami nasib sial saat hendak menggelar hajatan.

Mulai dari hidangan makanan yang menjadi basi dan tidak enak untuk dimakan, hingga peralatan dapur yang tiba-tiba rusak sendiri. Bahkan, ada cerita yang menyebutkan salah satu warga mengalami kesurupan hingga membuatnya terancam bahaya saat lepas kendali.

“Alamadad ini masih kita lestarikan di desa kita, bahkan sudah menjadi kewajiban. Karena ini amanat orang tua kita dulu, kalau tidak kita laksanakan, biasanya akan muncul hal-hal aneh di luar akal sehat kita,” jelasnya.

Selain itu, kata Acang, kesenian Alamadad sebenarnya sudah dilestarikan sejak zaman Kesultanan Banten sekitar 350 tahun yang lalu. Melalui Sultan Maulana Hasanuddin dan Syekh Maulana Yusuf, kesenian ini dimanfaatkan untuk kepentingan agama Islam di wilayah Banten hingga tiba di Pandeglang.

Untuk memainkannya, kamu hanya membutuhkan peralatan yang cukup sederhana, bahkan hampir mirip dengan seni Debus. Namun bedanya, Alamadad diiringi dengan ragam salawat yang dipadukan dengan musik rebana dan hanya menggunakan satu alat khusus yang nantinya akan ditancapkan ke tubuh pemainnya, yaitu Sultan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250