Vaksin Sinovac Sudah Teruji Selama Puluhan Tahun

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac
banner 300x250

Havana88detik – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Cissy Kartasasmita mengatakan, vaksin bisa diibaratkan sebagai pelatih kekebalan sehingga mampu menghadapi serangan musuh di masa depan.

Vaksin akan melatih secara khusus sesuai dengan musuh atau penyakit yang akan dihadapi. Sebagai produk biologi, vaksin dikembangkan dan diuji berdasarkan pengetahuan keilmuan, termasuk dalam pembuatan vaksin Covid-19 bagi WNI penderita Sinovac.

Read More

Cissy menjelaskan, dalam mengembangkan suatu vaksin dimulai dari mencari antigen, yaitu menentukan bagian atau partikel virus mana yang terbaik untuk vaksin.

“Pertama-tama kita cari antigennya dulu. Setelah ditemukan, kita bisa memilih platform vaksin apa yang akan dibuat dari antigen tersebut. Vaksin itu bisa dibuat melalui berbagai teknologi tentunya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2). / 1).

Terkait teknologi pembuatan vaksin, Hariadi Wibisono, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), mengungkapkan salah satunya adalah vaksin yang terbuat dari virus yang dilemahkan.

“Ini disebut virus yang tidak aktif. Itu adalah virus yang tidak berdaya tetapi dapat merangsang antibodi di dalam tubuh,” jelasnya.

Cissy dan Hariadi sepakat vaksin COVID-19 yang sudah dimiliki Indonesia, yakni Sinovac, dibuat dengan metode inactivated virus. Cara pembuatan vaksin Cina sudah tidak asing lagi di Indonesia. Sementara itu, Indonesia juga memiliki pengalaman puluhan tahun dalam membuat dan mengelola vaksin dengan model seperti itu.

Pakar imunisasi, Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan bahwa sejak tahun 1970-an Indonesia sudah berpengalaman menyelenggarakan imunisasi pada anak, melalui Program Imunisasi Nasional, dan sudah berpengalaman melaksanakan program imunisasi massal seperti sekarang.

Indonesia juga terbiasa menggunakan vaksin dengan cara serupa dan terbukti menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia. Beberapa contoh jenis vaksin yang menggunakan metode ini dan telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia adalah vaksin polio dan influenza suntik.

Berangkat dari fakta tersebut, Hariadi meyakini Indonesia sudah siap dan memiliki pengalaman.

Dari segi distribusi, jika harus dijaga pada suhu 2-8 derajat Celcius, infrastruktur vaksin Sinovac sudah siap baik di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Provinsi.

Fasilitas pelayanan kesehatan sudah memiliki cold chain, yaitu lemari es yang mampu menjaga suhu 2-8 derajat celcius sehingga tidak perlu investasi tambahan untuk mengelolanya.

“Ini dasar dari penggunaan virus inactivated produksi Sinovac yang lebih mudah dan sesuai dari segi infrastruktur,” kata Heriadi.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany meminta semua pihak bisa memanfaatkan produksi dan distribusi Sinovac. Dia kemudian memberikan analogi ‘mulai dengan buah yang tergantung rendah’.

“Kalau kita ambil makanan, ambil yang dekat, nggak jauh. Jadi yang kita punya, kita punya Sinovac, lakukan dengan Sinovac. Tapi jangan lengah, kamu juga bisa siapkan yang lain,” kata Hasbullah.

Vaksin korona Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang membuktikan bahwa vaksin tersebut aman. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah memberikan sertifikasi halal untuk vaksin dari Sinovac.

Selain Sinovac, Pemerintah juga telah sepakat dengan produsen vaksin lain seperti Astra Zeneca, Novavax, Moderna, dan Pfizer BioNTech untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi COVID-19 di Indonesia untuk mencapai imunitas kelompok.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250