Viral Pernikahan Di Atas Bus Saat Pemerintah Tengah Menerapkan PPKM

  • Whatsapp
Ada lagi kisah viral pernikahan di bus saat pemerintah menerapkan PPKM (Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
banner 300x250

Havana88 –  Ada lagi kisah viral pernikahan di bus saat pemerintah menerapkan PPKM (Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Kali ini, untuk menghindari keramaian saat akad nikah, warga di Kabupaten Pekalongan ini menggelar akad nikah di dalam bus pariwisata yang sedang berjalan.

Adalah pemilik bus Pariwisata Endang Suwarningsih yang melangsungkan pernikahan anaknya di atas bus yang bergerak. Endang yang merupakan warga Lelimbangan, Kabupaten Karanganyar, adalah orang tua mempelai wanita.

Read More

Endang mengatakan akad nikah di dalam bus sedianya dijadwalkan Selasa (27/7/2021), sekitar pukul 09.00 WIB. Ia menikahkan anak keduanya, Rahmi Saniyah (24) dengan Frida Arif Pratama (23).

Akad nikah di bus yang berjalan sudah direncanakan jauh sebelum pelaksanaan PPKM. Padahal, anaknya sendiri yang memintanya.

“Anak kedua saya suka banget sama bus (bus mania). Jauh sebelum PPKM ini sudah direncanakan akad nikah di bus. Hanya saja, karena PPKM Level 4 ada perubahan jumlah orang yang ikut, jadi tidak ada kerumunan di dalam bus,” katanya kepada AFP, Rabu (28/7/2021).

Bus pariwisata berkapasitas 52 tempat duduk itu disulap sedemikian rupa untuk acara pernikahan yang hanya dihadiri keluarga inti kedua mempelai, tak lebih dari sepuluh orang.

“Ya, hanya keluarga inti ditambah penghulu, ya sekitar sepuluh orang dari kapasitas bus 52 orang,” katanya.

Endang menambahkan, dengan adanya akad nikah di dalam bus, bukan hanya anak yang bisa melangsungkan pernikahan. Namun momen ini juga menghidupkan kembali semangat para awak bus yang selama pandemi Corona ini, pesanan kosong.

“Ya tahu kan kondisi sekarang seperti apa. Awak bus di rumah lebih banyak daripada sebelum pandemi Corona. Ya, saya berusaha menggairahkan bus pariwisata di saat seperti ini, apalagi saat banyak pernikahan yang memiliki bertabrakan dengan PPKM,” katanya.

Endang mengaku sengaja membatasi jumlah orang yang bisa naik bus. Hanya perwakilan keluarga yang menghadiri upacara pernikahan. Itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Hanya saja saat akad nikah digelar, bus kami parkir di pelataran Masjid Kajen. Tanpa turun, akad nikah digelar di dalam bus,” ujarnya. “Ya, akad nikah seperti ini bisa menjadi tren baru ketika semua kegiatan dibatasi,” tambahnya.

Kata pengantin yang menikah di bus

Sementara itu, Rahmi Saniyah, pengantin wanita, mengatakan kepada detikcom bahwa dia senang menikah di bus. Apalagi ia sudah menggemari bus sejak kecil.

“Saya senang sekali. Kebetulan saya suka bus sejak kecil. Acara sakral itu sangat berkesan, meski hanya dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang. Saya senang, Alhamdulillah kemarin lancar,” ujarnya. dikatakan

Usai akad nikah di bus, Rahmi belum kepikiran menggelar resepsi pernikahan. Ia memilih menunggu hingga PPKM selesai dan situasi memungkinkan.

Rahmi mengaku dirinya dan pasangan sudah menyiapkan undangan pernikahan. Namun karena PPKM dan Corona masih tinggi, undangan tidak dibagikan kepada tamu.

“300 undangan sudah disiapkan tapi belum dibagikan. Semua kebutuhan resepsi sudah siap, kemudian live music juga ada. Namun karena pandemi Covid-19 ditunda. Tidak apa-apa, yang penting itu saja. akad nikah berjalan lancar,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250