Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana Kecewa Dengan Pembatas RS Darurat-Mal

  • Whatsapp
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat berdiskusi dengan pedagang di area Mal City of Tomorrow
banner 300x250

Havana88detik – Penjabat (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan Rumah Sakit Khusus (RS) Covid-19 di kawasan Mall City of Tomorrow (Cito), Surabaya, belum bisa dibuka karena kondisinya belum sepenuhnya aman dan masih ada. tidak ada persetujuan dari pemilik outlet.

Ia pun memberikan sejumlah persyaratan kepada manajemen Siloam Hospital Group sebelum mengoperasikan rumah sakit tersebut.

Read More

“Harus diselesaikan. Kalau tidak ada penyelesaian, saya tidak akan buka. Prinsipnya begitu,” kata Whisnu usai melakukan pemeriksaan di lapangan, Rabu (10/2).

Salah satu kondisi di rumah sakit yang membuatnya kecewa adalah tembok pemisah antara mal dan rumah sakit yang belum ditutup.

“Harus ada pembatas yang jelas. Sekarang masih ada sekat yang tidak kokoh, temboknya. Saya kecewa kalau begitu,” ujarnya.

Menurutnya, warga akan menganggap sekat dan tembok pembatas ini setuju atau tidak dengan pengoperasian rumah sakit.

“Toh kami tidak akan memberi izin sampai semuanya jelas. Karena saya sudah tegaskan warga harus setuju dulu,” imbuhnya.

Yang utama saat ini, kata dia, bagaimana Siloam bisa menjamin keselamatan warga sekitar dan pemilik gerai. Baginya, keamanan warga adalah hukum tertinggi.

“Kalau mau tetap terbuka lakukan sosialisasi. Toh kami tidak akan memberi izin jika tidak ada sosialisasi. Warganegara harus paham, warga harus diajak berkeliling agar aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Whisnu tak menampik bahwa RS Khusus Covid-19 bermula dari permintaan Pemerintah Kota Surabaya, sebagai upaya menambah ruang perawatan bagi pasien Covid-19.

Saat itu, kata dia, ketersediaan ruang isolasi atau bed occupancy rate (BOR) dan ICU di RS rujukan Covid-19 di Surabaya sudah menyentuh 100 persen.

“Dan itu berlangsung dua minggu. Sekarang kondisinya sudah turun. Sekarang BOR kita sudah mulai turun. BOR isolasi kita sudah 64 (persen). Untuk ICU 74 (persen),” pungkasnya.

Sementara itu, Head of Public Relation Siloam Danang Kemayan Jati mengklaim RS Siloam di kawasan Cito Mall aman dan tidak mengancam keselamatan warga maupun pemilik outlet.

“Sebagai rumah sakit gawat darurat yang menangani pandemi Covid 19, rumah sakit ini secara fisik sudah siap dibuka, dan siap beroperasi dengan 105 tempat tidur (TT) dengan 15 ICU TT,” kata Danang.

Menanggapi penolakan tersebut, saat ini Siloam masih melakukan sosialisasi mendalam kepada pemilik gerai dan penghuni apartemen Cito, sesuai arahan Plt Walikota Surabaya.

Rumah sakit ini, kata dia, memiliki akses, sarana dan prasarana yang terpisah dan mandiri. Ini termasuk sistem fisik dan listrik, generator, HVAC, sistem gas medis termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Infografis 5 RS Khusus Corona di Jakarta.

Danang mengatakan, RS ini juga dilengkapi dengan sistem tekanan negatif khusus untuk penanganan pasien Covid-19 serta memiliki pintu akses dan lift tersendiri.

“Terkait limbah medis, limbah cair, dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem tersendiri dan menerapkan standar operasional rumah sakit yang tinggi,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak hari pertama beroperasi, rumah sakit ini telah menjamin standar mutu dan pelayanan medis bagi sumber daya manusianya.

Menurutnya, pengoperasian rumah sakit yang terintegrasi dengan kawasan mal ini bukan yang pertama kali terjadi.

“Ini bukan kali pertama rumah sakit menggunakan mixed use. Karena di luar negeri, terutama di kota padat penduduk, hal ini biasa terjadi,” kata Danang.

Di Indonesia, Siloam juga mengklaim telah membangun konsep rumah sakit serupa di Bogor, Bekasi, Jember, Yogyakarta, Medan, Palembang, dan Jakarta.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250