Warga Jatipadang, Pasar Minggu Kebanjiran Butuh Pakaian Bersih

  • Whatsapp
Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Jatipadang, Jakarta Selatan, 20 Februari 2021
banner 300x250

Havana88detik – RW 6, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Syarifuddin mengatakan, warga di lima titik pengungsian saat ini membutuhkan pakaian setelah rumahnya terendam banjir.

“Yang benar-benar dibutuhkan pakaian dalam. Sekarang belum ada yang memberikan pakaian di istana,” kata Syarif kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (20/2).

Read More

Ia menuturkan, sejumlah tempat pengungsian umumnya berupa masjid dan mushola. Pantauan CNNIndonesia.com di salah satu kamp pengungsian, warga berkumpul di teras masjid dengan membawa tempat dan barang seadanya.

Selain itu, Syarif memastikan pasokan logistik masih terpenuhi keesokan harinya. Baju ganti saat ini, kata dia, lebih dibutuhkan warga karena banjir yang tiba-tiba membuat mereka yang terdampak sebagian besar tidak menyimpan barang-barangnya, termasuk pakaian.

“Dari pemerintah daerah sudah. ​​Nasi kemasan. Itu juga dilakukan. Kalau makanannya Insya Allah sudah terpenuhi,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi di Masjid al-Ridwan, Sigit (62), mengeluhkan pakaian yang tidak sempat dibawanya saat banjir dengan merendam rumahnya pada Sabtu (20/2) dini hari tadi. Ia terutama mengeluh karena celana yang dikenakannya sejak sehari lalu belum juga diganti.

Meski bantuan sandang telah datang ke kamp, ​​umumnya pakaian tersebut adalah pakaian wanita. Sejak banjir merendam rumahnya, Sigit tidak sempat menyimpan barang-barang berharga miliknya, termasuk pakaian.

“Itu kan minta minta, dari sini sana. Ambil saja. Cuma celananya saja yang hilang,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

“Pria bermasalah dengan celana. Untuk wanita, diambil kenangan, kaos diambil, rok diambil. Mereka diambil dengan rapi. Buat saya, apa yang ingin saya ambil?” Imbalannya.

Sebanyak 701 kepala keluarga terdampak banjir di Jatipadang. Jumlah tersebut tersebar di 13 RT dari total 15 RT di RW 06 Desa Jatipadang. Menurut Syarif, banjir kali ini disebabkan kiriman dari Kali Baru, Depok, dan tanggul Setu Babakan yang dibuka.

Kondisi tersebut, menurut dia, meningkat akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari terakhir, khususnya pada Jumat (19/2) malam.

“Mungkin karena Depok hujan deras ya, bendungan di Setu dibuka. Ditambah lagi hujannya luar biasa deras,” ujarnya.

Sedangkan berdasarkan pantauan malam ini, setidaknya mulai pukul 21.00 WIB, hujan akan kembali turun di wilayah Jakarta Selatan dengan intensitas sedang.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250