WNA Dilaporkan Aniaya WNI Eks Pacar di Bali: Nyaris Bunuh, Peras Ratusan Juta

  • Whatsapp
Seorang warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari Nigeria berinisial KCY alias Harry dilaporkan telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mantan pacarnya berinisial BMS di Bali.
banner 300x250

Havana88 –  Seorang warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari Nigeria berinisial KCY alias Harry dilaporkan telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mantan pacarnya berinisial BMS di Bali. Orang asing itu disebut-sebut meminta uang ratusan juta dan nyaris membunuh wanita warga negara Indonesia (WNI).

Korban juga telah melaporkan pencabulan mantan pacarnya ke Polsek Kuta Utara. Polisi masih mencari saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Read More

“Kami sudah (melaporkan korban), tapi kami masih mengumpulkan barang bukti ya. Kami masih melakukan penyelidikan. Kami masih mengumpulkan bukti, mohon bersabar,” kata Kapolres Kuta Utara AKP Putu Diah Kurniawandari saat ditemui wartawan. pada Minggu (29/8/2021).

Ketika dia melaporkan bahwa dia adalah korban pelecehan, BMS belum menerima perawatan apa pun. Oleh karena itu, Diah Kurniawandari menyarankan agar korban berobat terlebih dahulu dan melakukan visum.

Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 13.06 WITA. Saat itu korban dihubungi orang asing untuk datang ke kediamannya di kamar 208 Elev8 Residence, Desa Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Korban kemudian pergi ke tempat tersebut dan setelah sampai Harry langsung mengambil tas mantan pacarnya yang berisi dompet. Dompet itu berisi kartu anjungan tunai mandiri (ATM), kartu tanda penduduk (KTP) dan uang tunai Rp 2 juta.

Orang asing itu kemudian meminta uang kepada mantan pacarnya sebesar Rp 200 juta. Jika korban tidak memberikannya, ia mengancam akan membunuh mantan pacarnya di Ubud, Kabupaten Gianyar.

Setelah itu korban diajak pergi ke Ubud untuk dibunuh. Setelah tiba di salah satu ATM di Desa Kerobokan, Harry menghentikan mobilnya untuk mengambil uang dari kartu ATM korban.

Setelah mengambil uang, mobil yang digunakannya mogok. Saat itu korban sempat melarikan diri dan diselamatkan oleh warga yang kebetulan berada di tempat tersebut.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Utara untuk ditindaklanjuti. BMS menindak pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, kata Diah Kurniawandari, pihaknya masih mendalami laporan penganiayaan tersebut. Sebab hingga saat ini belum ada saksi yang bisa diperiksa.

“Sementara masih kita selidiki, kita kumpulkan barang bukti lalu kita amankan. Kita tidak asal-asalan mengamankan orang jika peralatannya tidak lengkap. Prosesnya masih berjalan, korban sudah dirawat,” katanya.

“Masih didalami (kejadian), karena saat kejadian hanya mereka berdua. Makanya kita harus mendalami betul, kalau memang benar terjadi kita cari petunjuk dulu,” jelas Diah Kurniawandari.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250